Dapat Dana IPO Rp 22 T, Bos Bukalapak Beberkan Rencana Bisnis

Market - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
06 August 2021 13:15
Konferensi pers pencatatan saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), 6 Agustus 2021/Novina Putri Bestari

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten e-commerce unicorn Indonesia PT Bukalapak,com Tbk (BUKA) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan raihan dana penawaran umum saham perdana sebesar Rp 22 triliun, Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak, Rachmat Kaimuddin menjelaskan rencana kerja perusahaan ke depan.

Dia menjelaskan seluruh dana IPO akan menjadi modal kerja perseroan dan juga entitas anak. Fokus pendanaan ke depan ialah untuk pengembangan sektor UMKM yang juga menjadi misi Bukalapak di masa depan.

"Seluruh penggunaan dana IPO 100 persen modal kerja perseroan dan entitas anak atau entitas anak atau subsidiary-nya. Kami punya misi menciptakan affair economy for all dengan cara kita ingin selalu memberdayakan UMKM, bisnis lebih maju, volume lebih tinggi pake proses lebih modern, channel lebih banyak," kata Rahmat dalam Konferensi Pers IPO Listing Bukalapak, Jumat (6/8/2021).


Mantan bos Grup Bosowa itu menjelaskan pihaknya berkeinginan untuk UMKM di Indonesia dapat naik kelas, yakni melalui platform ecommerce dan aplikasi yang dimiliki perusahaan.

Rahmat mengatakan kesuksesan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) hari ini bukan hanya dari Bukalapak, tapi merupakan amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada para pemangku kepentingan agar BUKA dapat memanfaatkan potensi UMKM dan potensi perekonomian di Indonesia yang tidak hanya di kota besar tapi seluruh dalam negeri.

"Kami sadar menjadi yang pertama dengan skala sebesar ini banyak perlu dipelajari karena kita semua baru melihat seperti ini. Banyak yang belum faham industri ini, bagaimana menilai, bisnis model seperti apa," jelasnya.

Selain memperdayakan UMKM, salah satu fokus Bukalapak adalah pasar yang ada di luar kota tear-1.

"Karena kita lihat di situ paling membutuhkan pelayanan seperti teknologi atau layanan seperti Bukalapak. Memang saat ini menjadi bisa dibilang pemain commerce terbesar di segmen itu," kata Rahmat.

Berdasarkan prospektus IPO, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan sebanyak sekitar 66%, sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja entitas anak.

Entitas anak yang dimaksud yakni sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia (BMI), 15% dialokasikan kepada PT Buka Usaha Indonesia (BUI), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Investasi Bersama (BIB), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), sekitar 1% kepada Bukalapak Pte. Ltd. (BLSG) dan sekitar 1% dialokasikan kepada PT Five Jack (Five Jack Indonesia)

Sebagai informasi, Bukalapak.com resmi tercatat (listing) di papan pengembangan BEI pada Jumat pagi ini (6/8/2021) dengan raihan dana IPO mencapai Rp 22 triliun, terbesar sepanjang sejarah BEI.

BUKA menjadi perusahaan tercatat ke-28 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.

Data resmi BEI mencatat, perusahaan menawarkan saham perdana Rp 850/saham, dengan melepas saham ke publik sebanyak 25.765.504.800 saham sehingga dana IPO sebesar Rp 21,90 triliun, nyaris Rp 22 triliun.

Adapun jumlah saham pendiri yang juga dicatatkan adalah sebanyak 77.296.514.554 sehingga total saham beredar menjadi 103.062.019.254 saham.

Data perdagangan mencatat, pada awal perdagangan pukul 09.00 WIB, Jumat ini, harga saham BUKA melesat 24,71% di level Rp 1.060/saham dari harga awal Rp 850/saham, kenaikan menyentuh batas atas auto reject atas (ARA).

Di akhir sesi I, Jumat ini, saham BUKA ditransaksikan sebesar Rp 549 miliar dengan volume perdagangan 517,62 juta dengan kapitalisasi pasar Rp 109,25 triliun.

Sebagai penjamin pelaksana emisi efek BUKA adalah PT Mandiri Sekuritas dan PT Buanan Capital Sekuritas.

Sedangkan penjamin emisi efek yakni ada 19 Sekuritas, mulai dari PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Ciptadana Sekuritas Asia, dan PT Investindo Nusantara Sekuritas.

Selanjutnya ada PT Lotus Andalan Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Philip Sekuritas Indonesia, PT Samuel Sekuritas Indonesia, dan PT Sinarmas Sekuritas. Kemudian berikutnya adalah PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT UBS Sekuritas Indonesia, PT Valbury Sekuritas Indonesia, PT Victoria Sekuritas Indonesia, PT Wanteg Sekuritas, dan PT Yuanta Sekuritas Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos Bukalapak Blak-blakan Penyebab Harga Saham Anjlok Terus


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading