Rachmat Kaimuddin Mundur, Saham Bukalapak (BUKA) Anjlok 4%!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
29 December 2021 13:45
Emiten e-commerce, PT Bukalapak Tbk (BUKA), mendapat persetujuan pemegang saham untuk mengubah penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) perseroan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten e-commerce PT Bukalapak.com (BUKA) anjlok ke zona merah pada lanjutan sesi II perdagangan hari ini, Rabu (29/12/2021). Investor tampaknya merespons kabar pengunduran diri Direktur Utama PT Bukalapak Tbk (BUKA) Muhammad Rachmat Kaimuddin.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 13.38 WIB, saham BUKA ambles 4,65% ke posisi Rp 412/saham, merupakan harga terendah sejak debut di bursa pada 6 Agustus 2021. Dengan demikian, harga saham BUKA saat ini sudah tergerus separuh dari harga saham saat penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

Nilai transaksi saham BUKA hingga siang ini mencapai Rp 84,70 miliar dengan volume perdagangan mencapai 199,76 juta saham.


Dalam sepekan, saham BUKA suda turun 8,48%, sedangkan dalam sebulan belakangan ambles 19,61%.


Sebelumnya, Direktur Utama BUKA Rachmat Kaimuddin mengundurkan diri dari jabatannya. Rachmat ternyata ingin menjadi bagian dari pemerintahan.

Pengunduran ini disampaikannya pada 28 Desember 2021 lalu.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan, nantinya pengunduran ini akan diproses dengan memperhatikan peraturan yang berlaku.

"Pada tanggal 28 Desember 2021, Perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri dari Muhammad Rachmat Kaimuddin selaku Direktur Utama Perseroan," tulis keterbukaan informasi tersebut, Rabu (29/12/2021).

Lebih lanjut, manajemen Bukalapak menyebutkan pengunduran ini dilakukan lantaran Rachmat berencana akan melakukan pengabdian negara dengan bekerja untuk pemerintah.

Kendati telah menyampaikan pernyataan pengunduran dirinya, hingga saat ini Rachmat masih memimpin perusahaan.

"Sampai saat ini, Rachmat Kaimuddin masih menduduki posisi sebagai Direktur Utama Bukalapak dan akan membantu proses transisi kepemimpinan di internal Bukalapak. Adapun Teddy Oetomo, Natalia Firmansyah, dan Willix Halim tetap menjabat sebagai Direktur Bukalapak," kata Perdana Arning Saputro, VP of Corporate Secretary Bukalapak, dalam keterangannya Kamis ini.

Untuk diketahui, Rachmat bukan hanya menjabat sebagai direksi di Bukalapak, namun dirinya juga merupakan salah satu pemegang saham perusahaan.

Menurut prospektus Bukalapak.com saat penawaran umum, Rachmat memiliki 0,13% atau 104.291.245 (104,29 juta) saham. Setelah pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO), persentase sahamnya jadi 0,10% kendati jumlahnya tetap.

Dia meraih gelar Bachelor of Science dari Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA, dan Master of Business Administration dari Stanford University, California, Amerika Serikat.

Sebelum bergabung dengan Bukalapak, dia menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Perencanaan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mulai 2018, dan sebagai anggota dewan komisaris pada bank yang sama, hingga diangkat sebagai direktur pada 2014.



Ia juga pernah menjabat Managing Director PT Cardig Air Services, Chief Financial Officer PT Bosowa Corporindo, Managing Director PT Semen Bosowa Maros, Vice President Baring Private Equity Asia, dan Principal di Quvat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Asing Borong Saham Bukalapak, tapi Harganya Kok Ambles?


(adf/adf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading