Resmi Listing! Saham BUKA Kena ARA 25%, Kapitalisasi Rp 109 T

Market - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
06 August 2021 09:04
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin dan Komisaris Utama Bambang Brodjonegoro, dok Bukalapak, IPO 6 Agustus 2021

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten e-commerce unicorn Indonesia, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) resmi tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) di papan pengembangan pada Jumat pagi ini (6/8/2021) dengan raihan dana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) mencapai Rp 22 triliun, terbesar sepanjang sejarah BEI.

BUKA menjadi perusahaan tercatat ke-28 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.

Data perdagangan mencatat, pada awal perdagangan pukul 09.00 WIB, Jumat ini, harga saham BUKA melesat 24,71% di level Rp 1.060/saham dari harga awal Rp 850/saham, kenaikan menyentuh batas atas auto reject atas (ARA).


Nilai transaksi mencapai Rp 102,45 miliar dengan volume perdagangan 96,65 juta saham. Kapitalisasinya mencapai Rp 109 triliun atau langsung masuk big cap alias kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun.

Berdasarkan data resmi BEI, jumlah saham BUKA yang dicatatkan 103.062.019.354 saham, terdiri dari saham pendiri 77.296.514.554 saham dan penawaran umum 25.765.504.800 saham.

Jumlah saham penawaran umum itu setara dengan 25,0% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO dan harga perdana yakni Rp 850/saham.

Berdasarkan prospektus IPO, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan sebanyak sekitar 66%, sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja entitas anak.

Entitas anak yang dimaksud yakni sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia (BMI), 15% dialokasikan kepada PT Buka Usaha Indonesia (BUI), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Investasi Bersama (BIB), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), sekitar 1% kepada Bukalapak Pte. Ltd. (BLSG) dan sekitar 1% dialokasikan kepada PT Five Jack (Five Jack Indonesia).

Dalam IPO ini, penjamin pelaksana emisi efek BUKA yakni PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas.

Sementara itu penjamin emisi efek yakni ada 19 sekuritas terdiri dari PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Ciptadana Sekuritas Asia, dan PT Investindo Nusantara Sekuritas.

Lalu ada PT Lotus Andalan Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Philip Sekuritas Indonesia, PT Samuel Sekuritas Indonesia, dan PT Sinarmas Sekuritas. Lainnya ada PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT UBS Sekuritas Indonesia, PT Valbury Sekuritas Indonesia, PT Victoria Sekuritas Indonesia, PT Wanteg Sekuritas, dan PT Yuanta Sekuritas Indonesia.

Selain itu, perseroan akan mengalokasikan sebesar 0,05% dari saham yang ditawarkan pada saat IPO untuk program alokasi saham kepada karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) atau sebanyak 14.027.500, dengan harga pelaksanaan ESA yang sama dengan Harga Penawaran IPO.

Perseroan akan menerbitkan opsi saham untuk program MESOP (Management Employee Stock Option Program) sebanyak-banyaknya 4,91% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan IPO ini atau sebanyak-banyaknya 5.060.345.150 saham.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Kena ARB 7%, Ada Apa dengan Bukalapak Hari Ini?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading