Duh! 5 Saham LQ45 Rontok, Duit Rp 297 T Menguap dari Bursa RI

Market - Putra, CNBC Indonesia
03 August 2021 08:04
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor dalam negeri boleh saja berbangga, pasalnya sejak awal tahun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan apresiasi sebesar 1,96% ke level 6.096,54

Meskipun demikian mungkin anda merasa aneh karena portfolio saham bluechip anda rasa-rasanya tak bertambah atau bahkan berkurang tak beriringan dengan gerak IHSG.

Rupanya hal ini terjadi karena kenaikan IHSG sejak awal tahun tidak disokong oleh saham-saham kelas atas. Bahkan saham-saham bluechip cenderung terkoreksi parah dan menjadi pemberat IHSG.


Hal ini sangat terlihat dari indeks acuan LQ45 yang berisikan saham-saham dengan likuiditas tinggi dan prospek bisnis yang oke dimana konstituenya mayoritas adalah saham bluechip. Tercatat sejak awal tahun indeks LQ45 sudah terkoreksi 13,40%.

Berikut saham-saham pemberat indeks LQ45 yang kapitalisasi pasarnya sudah hilang paling banyak akibat sahamnya yang terkoreksi secara masif sejak awal tahun.

Tercatat 5 besar saham LQ45 yang kapitalisasi pasarnya sudah tergerus paling banyak tahun ini total sudah membuat investor merugi Rp 297,4 triliun.

Penurunan market cap paling masif dibukukan oleh PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang sudah ambruk parah tahun ini 40,1% dan membuat kapitalisasi pasar UNVR ambruk Rp 112,5 triliun sejak awal tahun. Saat ini kapitalisasi pasar UNVR 'hanya' tersisa Rp 167,8 triliun.

Selanjutnya di posisi kedua muncul nama perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang meskipun 'hanya' terkoreksi 10,3% akan tetapi menduduki tempat kedua karena kapitalisasi pasarnya turun Rp 53 triliun.

Meskipun turun, BBRI masih menduduki peringkat kedua saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa Tanah Air dengan total market cap Rp 461,3 triliun.

Di posisi kedua muncul emiten konsumer lain yang bergerak di sektor rokok yakni PT H M Sampoerna Tbk (HMSP). Setali tiga uang dengan UNVR yang anjlok karena daya beli masyarakat yang turun sehingga berdampak kepada saham konsumer, HMSP juga sudah terkoreksi 30,2% tahun ini dan menyebabkan kapitalisasi pasarnya tumbang Rp 52,9 triliun. Tercatat saat ini HMSP memiliki market cap sebesar Rp 122 triliun.

Di posisi ke-empat muncul nama emiten raja otomotif PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang sahamnya sudah ambruk 20% sejak awal tahun. Hal ini menyebabkan kapitalisasi pasar ASII turun RP 48,7 triliun dan hanya tersisa Rp 195,1 triliun.

Terakhir muncul nama Perbankan Pelat Merah lainya yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang meskipun hanya turun 10,3% akan tetapi kapitalisasi pasarnya terjun Rp 30,3 triliun dan tersisa Rp 264 triliun dan menjadi saham dengan kapitalisasi pasar terbesar ke 4 di Tanah Air.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading