Resmi! Jelang IPO, Mitratel Dapat 'Hibah' 798 Menara Telkom

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
03 August 2021 07:54
Telkom Landmark Tower building, the headquarters of Indonesia's largest telcommunications services company PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), is seen in Jakarta, April 30, 2018. REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - BUMN telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi mengalihkan 798 menara telekomunikasinya kepada anak usahanya PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

Pengalihan aset (inbreng) ini dilakukan untuk memperkuat posisi Mitratel di bisnis menara dan penataan bisnis Telkom beserta anak usahanya.

Direktur Strategic Portfolio Telkom Indonesia Budi Setyawan Wijaya mengatakan inbreng ini merupakan bagian dari penataan portofolio TelkomGroup serta merupakan bentuk komitmen Telkom untuk menjadikan Mitratel sebagai vehicle sekaligus pemain yang kuat dan menguasai industri tower.


"Industri menara telekomunikasi ini merupakan industri yang sangat prospektif di tengah potensi perkembangan ekonomi digital Indonesia, ditambah pula masuknya teknologi generasi kelima. Dengan langkah ini, TelkomGroup percaya bahwa Mitratel mampu memperkokoh posisinya sebagai pemimpin industri menara telekomunikasi nasional dan memberikan value yang tinggi bagi perusahaan juga para stakeholder," kata Budi dalam siaran persnya, dikutip Rabu (3/8/2021).

Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya (kiri) dan Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko saat penandatanganan Akta Inbreng & Head of Agreement penyertaan modal berupa aset (inbreng) 798 menara telekomunikasi dari Telkom ke Mitratel untuk memperkuat bisnis penyediaan menara telekomunikasi di Jakarta, Senin (2/8).Foto: Dok. Telkom
Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya (kiri) dan Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko saat penandatanganan Akta Inbreng & Head of Agreement penyertaan modal berupa aset (inbreng) 798 menara telekomunikasi dari Telkom ke Mitratel untuk memperkuat bisnis penyediaan menara telekomunikasi di Jakarta, Senin (2/8).

Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas dari sisi aspek infrastruktur telekomunikasi.

Sebab menara yang dialihkan ini memiliki potensi kolokasi dan tenancy ratio di atas rata-rata industri dengan struktur yang kokoh dan coverage seluruh Indonesia. Inbreng ini menjadi modal yang kuat untuk bisnis menara Mitratel ke depan.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan Mitratel berkomitmen untuk mendukung Telkom untuk melakukan penataan aset dengan melakukan aksi korporasi.

Selain itu, Mitratel berkomitmen untuk mengelola dengan baik aset dan bisnis menara tersebut demi memberikan value terbaik bagi para pemegang saham.

Setelah pengalihan aset ini, Mitratel kini memiliki sebanyak 24.000 menara telekomunikasi. Langkah ini semakin mengukuhkan Mitratel untuk menjadi pemain terbesar di industri.

Mitratel memang menjadi salah satu anak usaha Telkom yang disiapkan untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering//IPO). Rencana ini sudah santer disampaikan mulai dari manajemen Telkom hingga Menteri BUMN Erick Thohir.

Sebelumnya Erick menyampaikan anak usaha Telkom yang bergerak di bidang data center dan penyedia menara telekomunikasi tengah dipersiapkan untuk go public.

"Tapi saya sampaikan Telkom ini valuasinya masih baik tapi harus lebih baik apalagi dengan perbaikan bisnis model. Telkom jangan terpaku komunikasi saja, karena data voice itu kan ilang ga ada income. Karena itu kita dorong perusahaan Telkom data center, mitratel yang tower itu ke depan bisa go public," kata Erick dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Jumat (30/7/2021).

Sementara itu, Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah mengatakan kondisi pasar juga menjadi perhatian perusahaan sebelum melepas anak usahanya ini di pasar saham.

"Untuk IPO Mitratel sedang kami persiapkan pada saatnya akan kami sampaikan lagi dan kapan persisnya akan dilakukan IPO. Selain persiapan sendiri, targetnya selesai akhir kuartal ketiga 2021, memang kita akan lihat situasi di pasar nantinya sebelum dipastikan kapan IPO," jelas Ririek dalam konferensi pers, Jumat (28/5/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading