Dolar AS Terjungkal & Terkapar, tapi Rupiah Menguat Tipis

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 July 2021 15:57
FILE PHOTO: U.S. dollar banknote is seen in this picture illustration taken May 3, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah sukses mempertahankan penguatan melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (30/7/2021), tetapi sayangnya tidak terlalu besar.

Padahal, indeks dolar AS sedang terjungkal dan terkapar. Ambrolnya bursa saham Asia membuat rupiah kesulitan mencetak penguatan tebal pada hari ini, apalagi dari dalam negeri kasus penyakit virus corona (Covid-19) masih tinggi.

Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan impresif, menguat 0,41% ke Rp 14.420/US$. Sayangnya, level tersebut merupakan yang terkuat hari ini, rupiah terus memangkas penguatan hingga tersisa 0,03% saja. Tetapi rupiah tidak mencicipi zona merah hari ini, penguatan kembali bertambah hingga 0,14% di akhir perdagangan ke Rp 14.460/US$.


Penguatan tajam rupiah di awal perdagangan dipicu oleh jebloknya dolar AS setelah pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed), serta rilis data produk domestik bruto (PDB).

The Fed melihat perekonomian AS semakin kuat, tapi masih perlu melihat kemajuan substansial lebih lanjut, khususnya untuk pasar tenaga kerja dan inflasi, sebelum memulai tapering.

"Kami menggunakan pendekatan yang setransparan mungkin. Kita belum mencapai kemajuan substansial lebih lanjut," kata ketua The Fed, Jerome Powell, sebagaimana dikutip CNBC International, Kamis (29/7/2021).

Sementara itu untuk pasar tenaga kerja, Powell mengatakan masih perlu lebih kuat lagi, sebelum memulai tapering.

"Saya ingin melihat pasar tenaga kerja lebih kuat lagi dalam beberapa bulan ke depan sebelum memulai mengurangi QE yang saat ini senilai US$ 120 miliar per bulan," kata Powell.

Sementara itu Departemen Perdagangan AS kemarin melaporkan PDB tumbuh 6,5% di kuartal II, sedikit lebih tinggi ketimbang kuartal sebelumnya 6,3%, tetapi jauh di bawah estimasi Dow Jones sebesar 8,4%.

Rilis tersebut menguatkan spekulasi The Fed tidak akan melakukan tapering di tahun ini. Indeks dolar AS pun merosot hingga 0,5% ke level 91,864 kemarin, dan berlanjut lagi turun tipis 0,03% ke 91,84 sore ini yang merupakan terendah dalam satu bulan terakhir.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Bursa Asia Jeblok, Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Tinggi

Bursa Asia Jeblok, Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Tinggi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading