Amsyong! Usai Rilis Lapkeu, Saham Emiten Rokok Nyungsep Semua

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
30 July 2021 12:53
Ilustrasi cukai rokok. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten produsen rokok kompak anjlok di zona merah pada perdagangan sesi I, Jumat (30/7/2021), di tengah kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 0,24% ke Rp 6.135,574.

Berikut pergerakan saham rokok, mengacu data BEI:

  1. Gudang Garam (GGRM), saham -4,38%, ke Rp 33.300, transaksi Rp 59 M


  2. Bentoel Internasional Investama (RMBA), -2,86%, ke Rp 272, transaksi Rp 8 juta

  3. Wismilak Inti Makmur (WIIM), -2,56%, ke Rp 570, transaksi Rp 7 M

  4. Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), -2,30%, ke Rp 1.060, transaksi Rp 32 M

  5. Indonesian Tobacco (ITIC), -0,93%, ke Rp 426, transaksi Rp 198 juta.

Menurut data di atas, saham emiten produsen rokok merek GG Mild, GGRM, menjadi yang paling ambles, yakni 4,38% ke Rp 33.300/saham, setelah kemarin naik 1,53%. Seiring dengan penurunan ini, investor asing mencatatkan jual bersih Rp 12,20 miliar di pasar reguler.

Dalam sepekan, saham GGRM tergerus 7,63%, sementara dalam sebulan anjlok 24,66% dan secara year to date (ytd) merosot 18,78%.

Melemahnya saham GGRM terjadi seiring dengan Gudang Garam yang baru saja melaporkan kinerja keuangan yang kurang memuaskan sepanjang semester I tahun ini.

Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/7) ini, laba bersih Gudang Garam turun 39,53% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 2,31 triliun per akhir Juni 2021 dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 3,82 triliun.

Kendati laba bersih terkoreksi, pendapatan dan penjualan usaha mengalami kenaikan sebesar 12,92% dari posisi semester I 2020 mencapai Rp 53,65 triliun menjadi Rp 60,59 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Di bawah saham GGRM, ada saham RMBA yang terdepresiasi 2,86% ke Rp 272/saham, setelah kemarin naik 2,94%. Dalam sepekan saham ini turun 2,16%, sementara dalam sebulan merosot 1,45%.

Selain saham GGRM dan RMBA, saham WIIM juga tergelincir 2,56% ke Rp 570/saham. Kemarin, saham ini stagnan di posisi Rp 585/saham. Dalam seminggu terakhir saham WIIM anjlok 8,06%, sementara dalam sebulan naik 2,70%.

Wismilak juga baru saja merilis laporan keuangan kuartal II 2021 pada Jumat (30/7) ini. Laba bersih WIIM naik 44,56% secara yoy dari Rp 43,61 miliar pada triwulan kedua 2020 menjadi Rp 63,04 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 41,91% menjadi Rp 1,18 triliun pada semester I 2021 dari sebelumnya Rp 829,26 miliar.

Saham raksasa rokok lainnya, HMSP, turun 2,30% ke Rp 1.060/saham. Dengan ini, saham HMSP sudah melemah selama 6 hari perdagangan berturut-turut. Dalam sepekan, saham HMSP tergerus 6,19%, sementara dalam sebulan ambles 11,30%.

Turunnya saham HMSP terjadi seiring perusahaan mencatatkan koreksi laba bersih sebesar 15,29% di sepanjang semester I-2021 menjadi senilai Rp 4,13 triliun, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,88 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, penurunan laba ini terjadi kendati pendapatan perusahaan tumbuh 6,47% yoy menjadi Rp 47,62 triliun, bertambah dari posisi akhir Juni 2020 yang sebesar Rp 44,73 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading