Hari Ini Terakhir! Pesanan Saham IPO Bukalapak Laris Manis

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
30 July 2021 08:13
Bukalapak (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi Anda yang berminat membeli saham perdana perusahaan e-niaga asli Indonesia, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), siap-siap karena masa penawaran umum yang dimulai Selasa (27/7) akan berakhir pada Jumat hari ini (30/7).

Perseroan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 26 Juli.

Tanggal penjatahan ditetapkan pada 3 Agustus 2021, tanggal distribusi saham secara elektronik 5 Agustus 2021, tanggal pengembalian uang pesanan 5 Agustus 2021, tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) 6 Agustus 2021.


Bukalapak menetapkan harga perdana di batas atas yakni Rp 850/saham. Perseroan akan menawarkan sebanyak 25.765.504.800 saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan, dengan nilai nominal Rp 50, yang mewakili sebanyak 25,0% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Berdasarkan prospektus terbarunya dirilis Selasa lalu (27/7), saham ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp 850 untuk setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS).

Dengan demikian, jumlah seluruh nilai IPO saham ni adalah sebesar Rp 21.900.679.080.000 atau nyaris Rp 22 triliun. Sebelumnya harga saham BUKA pada saat bookbuilding (pembentukan harga) yakni di level Rp 750-850/saham.

Adapun penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas.

Sementara itu penjamin emisi efek yakni ada 19 sekuritas terdiri dari PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Ciptadana Sekuritas Asia, dan PT Investindo Nusantara Sekuritas.

Lalu ada PT Lotus Andalan Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Philip Sekuritas Indonesia, PT Samuel Sekuritas Indonesia, dan PT Sinarmas Sekuritas. Lainnya ada PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT UBS Sekuritas Indonesia, PT Valbury Sekuritas Indonesia, PT Victoria Sekuritas Indonesia, PT Wanteg Sekuritas, dan PT Yuanta Sekuritas Indonesia.

Selain itu, perseroan akan mengalokasikan sebesar 0,05% dari saham yang ditawarkan pada saat IPO untuk program alokasi saham kepada karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) atau sebanyak 14.027.500, dengan harga pelaksanaan ESA yang sama dengan Harga Penawaran IPO.

Perseroan akan menerbitkan opsi saham untuk program MESOP (Management Employee Stock Option Program) sebanyak-banyaknya 4,91% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan IPO ini atau sebanyak-banyaknya 5.060.345.150 saham.

Pesanan pun membludak. Hal itu disampaikan pula oleh Manajemen PT Ajaib Sekuritas Asia, salah satu platform investasi ritel di Indonesia. Manajemen Ajaib mengungkapkan minat masyarakat terhadap saham BUKA sangat tinggi yang dibuktikan dengan puluhan ribu investor ritel memesan saham melalui aplikasi investasi Ajaib.

CEO Ajaib Anderson Sumarli mengatakan tingginya permintaan ini mencerminkan naiknya atensi masyarakat Indonesia terhadap investasi di pasar modal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyadari pentingnya investasi dan mereka ingin menjadi bagian dari bertumbuhnya industri digital di Indonesia.

"Minat masyarakat terhadap IPO BUKA sangat tinggi dibuktikan dengan puluhan ribu investor ritel melakukan pemesanan saham melalui aplikasi investasi Ajaib. Menurut kami, sebagai broker saham online pertama di Indonesia, jumlah yang luar biasa ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyadari pentingnya investasi," katanya kepada CNBC Indonesia.

"Untuk para investor ritel yang belum menjadi bagian dari peristiwa bersejarah bagi industri digital di Indonesia ini, masih bisa melakukan pembelian sampai 30 Juli 2021," jelasnya.

"Ini adalah hal yang positif dimana industri digital Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dan banyak diminati oleh para investor ritel, terutama para investor ritel muda yang sangat familiar dengan brand-brand tersebut," katanya lagi.

CNBC Indonesis juga telah meminta mengkonfirmasi mengenai pesanan ini kepada Direktur Utama Mirae Asset Sekuritas Indonesia Taye Shim, namun hingga saat ini belum memberikan data resmi.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading