Emiten Prajogo Pangestu Cetak Laba Rp 2,4 T, Thai Oil Masuk!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
30 July 2021 08:10
Orang Terkaya ke-3 Prajogo Pangestu (Ist Barito-Pasific.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) membalikkan kinerja rugi yang dialami pada 6 bulan tahun lalu, menjadi laba bersih di semester I-2021 di tengah pandemi Covid-19.

Anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini mencatatkan laba bersih US$ 164,38 juta atau setara dengan Rp 2,38 triliun (kurs Rp 14.500/US$) di semester I-2021, dari periode semester I-2020 yang menderita rugi bersih US$ 40,12 juta atau setara Rp 582 miliar.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan, Jumat (30/7), pendapatan naik 50% menjadi US$ 1,26 miliar atau setara Rp 18,27 triliun, dari periode yang sama tahun lalu US$ 839,28 juta atau Rp 12,17 triliun.


Penjualan terbesar dari pasar lokal yakni polyolefin sebesar US$ 721,21 juta atau Rp 10,46 triliun dari US$ 414,94 juta, disusul styrene monomer US$ 131,63 juta dari US$ 73,10 juta.

Di pasar ekspor penjualan polyolefin turun menjadi US$ 102,95 juta atau Rp 1,49 triliun dari US$ 141,86 juta, disusul olefin naik menjadi US$ 81,04 juta dari US$ 54,20 juta.

Beban pokok pendapatan naik menjadi US$ 988,67 juta dari sebelumnya US$ 851,74 juta.

"Margin yang menguat juga dicapai oleh Grup dengan tetap mempertahankan jalannya pabrik dengan stabil dan konsisten selama tahun 2020 meskipun lingkungan sangat menantang dikarenakan Covid-19. Grup juga dapat mempertahankan akses ke bank dan pasar modal obligasi dengan harga yang kompetitif dan ke fasilitas kredit impor dan ekspor yang diperpanjang dan diperluas," tulis manajemen TPIA, dalam laporan keuangan.

Dalam laporan keuangan tersebut, juga disebutkan kabar terbaru bagi rencana bisnis TPIA atau CAP.

Perusahaan petrokimia terbesar yang terintegrasi di Indonesia ini akhirnya memilih Thai Oil Public Company Limited (Thaioil), kilang refinery unggulan dari PTT Public Company Limited (PTT) asal Thailand sebagai investor strategis perusahaan setelah melalui proses seleksi yang ketat.

Dengan demikian, CAP akan mendapatkan dana investasi senilai total US$ 1,7 miliar atau setara dengan Rp 25 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

Dana ini akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi kedua CAP yang berskala global oleh anak perusahaannya, PT Chandra Asri Perkasa (CAP2) yang antara lain akan terdiri dari unit cracker, polymerized olefins serta fasilitas dan utilitas terkait.

Hal ini sejalan dengan strategi CAP untuk memperluas kapasitas produksi dan skala usaha dalam melayani kebutuhan pasar Indonesia.

Mekanisme investasi dilakukan melalui penambahan modal di CAP lewat Penawaran Umum Terbatas (PUT) penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue yang akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nantinya Thaioil bersama SCG Chemical akan berinvestasi hingga mencapai US$ 1,3 miliar atau setara dengan Rp 19 triliun dan akan memperoleh 15% kepemilikan saham di CAP setelah rights issue.

Sementara itu SCG Chemicals Co. Ltd. (SCG Chemicals), sebagai salah satu pemegang saham utama CAP selain PT Barito Pacific Tbk (BRPT) akan mempertahankan sekitar 30,57% dari kepemilikan saham CAP.

Adapun jika nanti ada keberhasilan Final Investment Decision (FID) untuk CAP2 yang ditargetkan pada tahun 2022, maka Thaioil dan SCG Chemicals dapat selanjutnya secara kolektif berinvestasi hingga US$ 0,4 miliar atau setara .Rp 5,8 triliun.

Manajemen CAP dalam keterangan resminya menyatakan transaksi ini masih mensyaratkan persetujuan regulator yang berlaku, termasuk dari OJK dan diharapkan selesai selambat-lambatnya 30 September 2021.

Jika nanti terealisasi, maka perseroan mengklaim ini akan menjadi salah satu rights issue terbesar yang pernah dilakukan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

CAP dan Thaioil telah menandatangani perjanjian-perjanjian definitif untuk dilanjutkan ke penambahan modal di CAP melalui PUT yang akan diajukan ke OJK.

Investasi di CAP akan dilakukan melalui anak perusahaan yang ditunjuk oleh Thaioil yang akan bertindak sebagai standby buyer untuk menjamin keberhasilan transaksi ini.

Pemegang saham utama CAP, Barito Pacific dan SCG Chemicals, mendukung penuh aksi korporasi ini untuk menyuntikkan ekuitas ke CAP.

Metode investasi selanjutnya ditentukan oleh para pihak pada tahap selanjutnya dan tetap tunduk pada persetujuan pemegang saham CAP serta otoritas pemerintah terkait di Republik Indonesia.

"Ini adalah momen yang luar biasa bagi Chandra Asri. Hasil dari rights issue akan secara signifikan meningkatkan rencana kami untuk mengembangkan kompleks petrokimia kedua kami, seiring dengan langkah perseroan untuk mempercepat pengambilan FID pada tahun 2022," kata Erwin Ciputra, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Chandra Asri, dalam keterangan resmi, Kamis (29/7).

Sebagai informasi, Thaioil adalah refinery dan pemasok produk minyak bumi terbesar di Thailand. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1961 dan diakui sebagai salah satu refinery paling efisien di Asia Pasifik.

Adapun SCG Chemicals adalah salah satu perusahaan petrokimia terintegrasi terbesar di Thailand dan pemimpin industri utama di Thailand, yang menawarkan rangkaian lengkap produk petrokimia mulai dari produksi hulu olefin ke hilir produksi tiga resin plastic utama: polyethyelene, polypropylene dan polyvinyl chloride.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading