Data Realtime, Cek Daftar 22 Orang Terkaya di Indonesia!

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
30 July 2021 06:12
Jerry Ng, CEO of Bank Tabungan Pensiunan Negara speaks in an interview in Jakarta May 11, 2011. Ng said the bank's loan growth was seen at over 25 percent this year, just over the industry average, but a slowdown from 48 percent growth last year as competition heats up. Picture taken May 11, 2011. REUTERS/Enny Nuraheni (INDONESIA - Tags: BUSINESS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Forbes yang fokus menghitung duitnya para miliarder dunia merilis data The World's Real-Time Billionaires yang merupakan daftar yang diperbaharui setiap hari dengan melacak naik turunnya kekayaan miliarder di seluruh dunia.

Berdasarkan data yang diakses Kamis malam (29/7), terungkap beberapa nama lama tetap bercokol sebagai orang paling tajir di Nusantara ini.

Adapun di dunia, bos e-commerce Amazon Jeff Bezos masih berada di urutan pertama dengan kekayaan US$ 211,4 miliar atau setara dengan Rp 3.065 triliun (kurs Rp 14.500/US$) dan dalam sehari bertambah US$ 2,2 miliar atau Rp 32 triliun, berdasarkan data yang diakses Selasa malam (27/7).


Tapi berdasarkan data yang diakses CNBC Indonesia pada Kamis malam (29/8), pukul 22.00 WIB, kekayaan Bezos turun sehari sebesar US$ 3,8 miliar atau Rp 55 triliun. Dengan demikian hartanya turun jadi US$ 207,7 miliar.

Di Indonesia, nama kakak beradik pemilik perusahaan rokok Djarum dan pemilik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih mempertahankan posisinya sebagai orang kaya nomor satu dan dua di Tanah Air, yakni Hartono bersaudara.

Berikut update daftar 22 orang terkaya di Indonesia menurut Forbes 'The World's Real-Time Billionaires', yang diakses Kamis malam (28/7), pukul 22.00 WIB.

Daftar Orang Terkaya, Nilai Kekayaan US$ miliar

1. Robert Budi Hartono, US$ 18,2 miliar/Rp 264 triliun, BCA, Djarum

2. Michael Bambang Hartono, US$ 17,5 miliar/Rp 254 triliun, BCA, Djarum

3. Sri Prakash Lohia, US$ 6,2 miliar/Rp 90 triliun, Indorama

4. Prajogo Pangestu, US$ 5,6 miliar/Rp 81 triliun, Barito Pacific, Chandra Asri

5. Jerry Ng, US$ 4,8 miliar/Rp 70 triliun, Bank Jago

6. Chairul Tanjung, US$ 4 miliar/Rp 58 triliun, Bank Mega, CT Corp, Transmart

7. Eddy Kusnadi Sariatmadja, US$ 3,7 miliar/Rp 54 triliun, Emtek

8. Keluarga Dato' Sri Tahir, US$ 3,4 miliar/Rp 49 triliun, Mayapada

9. Djoko Susanto, US$ 2,3 miliar/Rp 33 triliun, Alfamart

10. Keluarga Mochtar Riady, US$ 2,1 miliar/Rp 30 triliun, Lippo

11. Martua Sitorus, US$ 2 miliar/Rp 29 triliun, Wilmar

12. TP Rachmat, US$ 1,9 miliar/Rp 28 triliun, Triputra

13. Peter Sondakh, US$ 1,5 miliar/Rp 22 triliun, Rajawali

14. Susanto Suwarto, US$ 1,3 miliar/Rp 19 triliun, Emtek

15. Edwin Soeyadjaya, US$ 1,3 miliar/Rp 19 triliun, Saratoga

16. Low Tuck Kwong, US$ 1,2 miliar/Rp 17 triliun, Bayan

17. Sukanto Tanoto, US$ 1,2 miliar/Rp 17 triliun, APRIL, Raja Garuda Mas

18. Mudaya Poo, US$ 1,2 miliar/Rp 17 triliun, Grup Berca

19. Winarko Sulistyo, US$ 1,2 miliar/Rp 17 triliun, Fajar Paper

20. Hary Tanoesoedibjo, US$ 1,1 miliar/Rp 16 triliun, Grup MNC

21. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, US$ 1,1 miliar/Rp 16 triliun, Bumitama Agri

22. Alexander Tendja, US$ 1 miliar/Rp 15 triliun, Pakuwon.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading