Saham Bank Jago Rekor! Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 RI

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
29 July 2021 08:30
Jerry Ng, CEO of Bank Tabungan Pensiunan Negara speaks in an interview in Jakarta May 11, 2011. Ng said the bank's loan growth was seen at over 25 percent this year, just over the industry average, but a slowdown from 48 percent growth last year as competition heats up. Picture taken May 11, 2011.  REUTERS/Enny Nuraheni  (INDONESIA - Tags: BUSINESS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) lagi-lagi mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high setelah melesat selama 5 hari beruntun. Melonjaknya saham eks Bank Arto ini membuat nilai kekayaan para investornya membubung tinggi.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, pada Selasa (27/2/21) harga saham ARTO berhasil melesat 3,42% ke level harga Rp 17.400/unit dan menjadi level penutupan tertinggi sepanjang sejarah bank digital yang dikendalikan oleh bankir Jerry Ng-Patrick Walujo dan kawan-kawannya ini.

Transaksi juga tergolong ramai di angka Rp 460 miliar bahkan investor asing tercatat memborong saham ARTO sebanyak Rp 112 miliar.


Adapun pada Rabu kemarin (28/7), saham ARTO tembus Rp 18.200/saham, rekor lagi, dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 252 triliun, dan menjadikanya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kelima di bursa melampaui kapitalisasi pasar PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang berada di angka Rp 191 triliun.

Kenaikan saham Bank Jago terjadi sejak Kamis pekan lalu (22/7) +5,31%, Jumat +2,99%, Senin +2,91%, Selasa +3,42%, dan Rabu kemarin 4,60% di Rp 18.200/saham. Dengan demikian, saham ARTO melesat 15% sepekan dan sebulan naik 33%.

Sejak awal tahun hingga saat ini, atau year to date sahamnya meroket 369%.

Melesatnya harga saham Bank Jago tentu saja menambahkan pundi-pundi kekayaan para pemiliknya, khususnya Jerry Ng dan kawan-kawannya, bersama dengan Patrick Walujo.

Per 30 Juni 2021, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat bahwa saham ARTO mayoritas dikuasai oleh PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) yang merupakan kendaraan bisnis milik bankir kawakan Jerry Ng dan kawan-kawannya.

Tercatat MEI memegang 4,12 miliar saham bank eks Bank Artos Indonesia ini atau setara dengan 29,8% kepemilikan emiten bank digital ini. Di harga saat ini kepemilikan MEI di ARTO setara dengan Rp 75 triliun.

Jerry Ng pun masuk dalam daftar orang terkaya nomor lima versi Forbes dengan total harta US$ 4,8 miliar atau setara Rp 70 triliun (kurs Rp 14.500/US$), dengan penambahan kekayaan dalam sehari US$ 378 juta atau Rp 5,5 triliun. Data ini berdasarkan Real Time Billionaire List Forbes yang diakses Kamis pagi (29/7) pukul 08.00 WIB.

Padahal tahun 2020 lalu, Jerry Ng baru memulai debutnya masuk dalam list crazy rich versi Forbes dengan menempati posisi nomor 44 orang terkaya di Indonesia, jadi tak tak sampai satu tahun Jerry melesat jadi orang tajir di Tanah Air.

Selanjutnya pengendali ARTO lainya yakni Wealth Track Technology Limited yang merupakan kendaraan bisnis pendiri Northstar Group yakni Patrick Walujo-Glenn Sugita yang menguasai 11,68% saham ARTO atau sebanyak 1,61 miliar saham ARTO senilai Rp Rp 29 triliun.

Adapula Gojek yang merupakan bagian dari GoTo Group yang masuk melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa alias GoPay yang masuk sebelum aksi korporasi rights issue dan kembali menambah kepemilikanya saat rights issue.

Saat ini tercatat Gojek memegang 21,4% saham ARTO atau sebanyak 2,96 miliar lembar saham setara dengan Rp 54 triliun.

Terakhir adapula lembaga investasi Sovereign Wealth Fund (SWF) asal Singapura GIC Private Limited yang memegang 9,11% saham ARTO sebanyak 1,26 juta saham senilai Rp 23 triliun.

Sebelumnya, Jerry bersama kawan-kawannya mengakuisisi Bank Artos melalui MEI secara resmi pada 26 Desember 2019, seperti terungkap dalam keterbukaan informasi BEI.

MEI mengakuisisi 454,15 juta saham ARTO pada harga Rp 395/saham. Nilai akuisisi itu setara dengan Rp 179,39 miliar. Setelah akhirnya bank keluarga tersebut berganti nama menjadi Bank Jago pada Juni 2020.

Kemudian, pada April 2020, Bank Jago merampungkan pelaksanaan penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target dana mencapai Rp 1,34 triliun.MEI menambah jumlah kepemilikan saham di ARTO dengan membeli di harga Rp 139/saham.

Terbaru, pada akhir Maret lalu, MEI dan WTT, menambah kepemilikan saham perseroan tapi persentase kepemilikan menyusut atau terdilusi.

Dilusi terjadi akibat GIC dan Gojek yang masuk melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa yang masuk dan menambah kepemilikan saham di putaran kedua rights issue tersebut.

Bank Jago adalah bank yang fokus sepenuhnya menjadi bank digital. Sebelumnya, bank ini didirikan di Bandung dengan nama Bank Artos. Kemudian, pada 2019, Bank Artos diakuisisi oleh WTT dan Jerry Ng melalui MEI dan bersalin nama menjadi Bank Jago.

Adapun ARTO mencatatkan saham perdana di BEI pada 12 Januari 2016 dengan harga IPO Rp 132 per saham.

Jerry Ng bukan nama baru, keduanya sudah malang melintang di industri keuangan nasional dan bahkan luar negeri.Jerry sebelumnya menakhodai BTPN sebagai direktur utama selama satu dekade dan berhasil melesatkan total aset bank ini menjadi 10 kali lipat

Namun, dia memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kariernya di BTPN setelah bank tersebut merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.

Pada 2003 lalu, Jerry juga pernah berkarier di PT Bank Danamon Indonesia Tbk(BDMN) namun hengkang pada September 2007.

Dia juga tercatat pernah bekerja di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Grup Astra. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya seperti Deputi Presiden Direktur di PT Bank Universal, Presiden Direktur di PT Federal International Finance (FIF), dan menjadi Komisaris di PT Astra Colonial Mutual Group Life.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading