Reli Harga Nikel Berlanjut, Harga Saham ANTM Cs Bergerak Liar

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
26 July 2021 10:05
A worker uses the tapping process to separate nickel ore from other elements at a nickel processing plant in Sorowako, South Sulawesi Province, Indonesia March 1, 2012. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham emiten tambang nikel menguat pada awal perdagangan pagi ini, Senin (26/7/2021). Kenaikan saham ini terjadi di tengah harga komoditas nikel yang mencatatkan rekor kenaikan tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Berikut pergerakan saham nikel, pukul 09.20 WIB:

  1. Aneka Tambang (ANTM), saham +3,05%, ke Rp 2.700, transaksi Rp 175 M


  2. Harum Energy (HRUM), +2,16%, ke Rp 5.925, transaksi Rp 8 M

  3. Vale Indonesia (INCO), +1,86%, ke Rp 5.475, transaksi Rp 23 M

  4. Central Omega Resources (DKFT), +1,36%, ke Rp 149, transaksi Rp 3 M

  5. Pelat Timah Nusantara (NIKL), +1,26%, ke Rp 1.210, transaksi Rp 389 juta

  6. Timah (TINS), +0,87%, ke Rp 1.745, transaksi Rp 33 M

  7. Trinitan Metals and Minerals (PURE), 0,00%, ke Rp 99, transaksi Rp 48 juta

  8. PAM Mineral (NICL), -6,25%, ke Rp 210, transaksi Rp 772 juta

Mengacu pada data di atas, saham emiten pelat merah ANTM memimpin kenaikan dengan niak 3,05% ke Rp 2.700/saham. Ini adalah kenaikan ketiga secara beruntun saham ini sehingga membuat harganya naik 3,05% dalam sepekan. Dalam sebulan saham ini melesat 17,39%.

Kendati naik, asing malah keluar dari saham ANTM dengan nilai jual bersih Rp 4,59 miliar.

Mengenai kinerja keuangan, Antam mencatatkan laba bersih di kuartal I-2021 sebesar Rp 630,37 miliar. Laba bersih ini naik dari periode yang sama tahun lalu yang mana perusahaan mengalami kerugian bersih Rp 281,83 miliar.

Naiknya laba bersih emiten pelat merah ini didongkrak oleh tumbuhnya pendapatan perusahaan hingga 77% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari semula Rp 5,20 triliun kini menjadi Rp 9,21 triliun.

Di posisi kedua ada saham emiten milik pengusaha Kiki Barki, HRUM, yang menguat 2,16% ke posisi Rp 5.925/saham, setelah stagnan pada Jumat pekan lalu. Dalam seminggu saham HRUM terapresiasi 4,85%, sedangkan dalam sebulan melesat 14,98%.

Sepanjang 3 bulan pertama 2021, laba bersih HRUM tercatat melonjak secara signifikan sebesar 2.044,38%.

Angka tersebut tumbuh dari US$ 821,38 ribu atau setara dengan Rp 11,50 miliar (asumsi kurs US$ 1 = Rp 14.000) pada triwulan I 2020, menjadi US$ 17,61 juta atau setara dengan Rp 246,58 miliar pada periode yang sama 2021.

Namun, melesatnya laba bersih perusahaan diiringi dengan penurunan penjualan dan pendapatan usaha sebesar 6,72% menjadi US$ 57,08 juta (Rp 799,12 miliar) pada 3 bulan pertama 2021.

Saham INCO juga menguat 1,86%, melanjutkan kenaikan dua hari sebelumnya. Asing juga tercatat keluar dari saham INCO dengan nilai jual bersih Rp 3,86 miliar.

Saham INCO berhasil naik 1,87% dalam seminggu belakangan, sedangkan dalam sebulan melonjak 20,04%.

Per triwulan pertama 2021, laba bersih INCO naik 16,36% dari US$ 28,96 juta pada 3 bulan pertama 2020 menjadi US$ 33,69 juta. Sejurus dengan itu, penjualan dan pendapatan usaha juga tumbuh 18,26% menjadi US$ 206,56 juta.

Berbeda dengan yang lainnya, saham emiten yang melantai di bursa pada 9 Juli lalu, NICL, kembali anjlok 6,25% untuk kali keenam, dengan 5 di antaranya menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Dalam sepekan saham ini anjlok 29,05%.

Adapun harga nikel kontrak pembelian 3 bulan di London Metal Exchange (LME) naik 1,90% dalam sepekan ke harga US$ 19.266/ton. Sementara, dalam sebulan, harga nikel sudah menguat 3,78%. Harga ini merupakan yang tertinggi sejak 1 Maret 2021 ketika menyentuh US$ 18.675/ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading