Dow Futures Menguat Tipis Jelang Pidato The Fed di Kongres

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
14 July 2021 19:01
Specialist Peter Mazza, left, and trader Michael Urkonis work on the floor of the New York Stock Exchange, Monday, Jan. 14, 2019. Stocks are opening lower on Wall Street after China reported a surprise drop in exports to the U.S. last month. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) cenderung flat pada perdagangan Rabu (14/7/2021), jelang pidato bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Bos The Fed Jerome Powell memberikan pidato di depan Komite Layanan Keuangan dan harus meyakinkan anggota Kongres bahwa kebijakan uang longgar yang dijalankan masih layak dipertahankan meski inflasi kemarin menyentuh level tertinggi sejak Agustus 2008.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average naik hanya 10 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 bertambah 0,1%, sedangkan indeks Nasdaq bertambah tipis sebesar 0,3%.


Saham Bank of America anjlok setelah melaporkan kinerja yang mengecewakan pada kuartal II-2021 karena suku bunga rendah menekan pendapatan bunga bersih sebesar 6%. Namun, saham Apple naik 1,6%.

Saham Blackrock, pengelola aset terbesar di dunia, tak banyak berubah setelah melaporkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar. Citigroup dan Wells Fargo akan menyusul dengan rilis kinerja keuangan mereka.

Sebanyak 23 emiten yang menjadi konstituen indeks S&P 500 akan merilis kinerja keuangannya pekan ini,. FactSet memperkirakan laba bersih mereka akan tumbuh 64% secara tahunan. Sementara itu, UBS menaikkan target indeks S&P 500 akhir tahun nanti menjadi 4.500.

"Kami yakin pasar saham yang bullish masih memiliki pijakan solid didorong oleh tingginya neraca kas konsumen, kenaikan bisnis investasi, dan kebijakan The Fed yang masih akomodatif," tulis UBS dalam laporan risetnya, sebagaimana dikutip CNBC International.

Indeks Dow Jones anjlok 107 poin, atau 0,3% pada Selasa kemarin, sementara S&P dan Nasdaq menyentuh rekor tertinggi baru sebelum kemudian berakhir di zona merah dengan koreksi di kisaran 0,3%.

Penurunan terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi Juni mencapai 5,4% secara tahunan, atau kenaikan yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Padahal, ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan angka 5%.

Namun, sebagian analis menilai kenaikan indeks harga konsumen (IHK) tersebut bersifat transisional karena lebih banyak didorong kenaikan harga mobil bekas. Hari ini, pasar akan memantau indeks harga produsen per Juni yang diperkirakan akan menguat 0,6% secara bulanan jika mengacu pada konsensus dalam polling Dow Jones.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dow Futures Menguat, Memperlebar Peluang Cetak Rekor Baru


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading