Sentimen Bervariasi, Bursa Eropa Melemah di Pembukaan

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
08 July 2021 14:42
The German share prize index DAX board is photographed early afternoon on the day of the Brexit deal vote of the British parliament in Frankfurt, Germany, January 15, 2019. REUTERS/Kai Pfaffenbach

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (8/7/2021), di tengah masih variatifnya sentimen global sehingga memicu sikap kehati-hatian para investor.

Indeks Stoxx 600 yang berisi 600 saham unggulan Eropa dibuka melemah 0,8% di sesi awal perdagangan, dengan indeks saham sektor komoditas dasar anjlok 1,7% menjadi pemimpin koreksi indeks saham sektoral lainnya yang kompak melemah.

Selang 10 menit kemudian, koreksi indeks Stoxx 600 menjadi 4,6 poin (-1%) ke 454,94. Indeks DAX Jerman drop 165,6 poin (-1,06%) ke 15.527,07 dan CAC Prancis turun 92 poin (-1,41%) ke 6.435,76. Indeks FTSE melemah 83,6 poin (-1,17%) menjadi 7.067,39.


Koreksi bursa Eropa mengikuti tren di kawasan Asia Pasifik dan Amerika Serikat (AS), mengabaikan penutupan positif indeks S&P 500 dan Nasdaq di AS. Hari ini, harga kontrak berjangka (futures) indeks saham AS berbalik melemah.

Pelaku pasar akan memantau rilis data klaim pengangguran dari Departemen Tenaga Kerja AS. Data tersebut akan memberikan gambaran arah pemulihan ekonomi AS, yang cenderung membaik di tengah kemajuan program vaksinasi.

Ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan ada 350.000 orang yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran untuk pertama kali selama sepekan lalu.

Di Asia Pasifik, sentimen negatif datang dari China yang kian memperketat regulasi bagi perusahaan mereka yang tercatat di bursa AS, di mana kebanyakan adalah perusahaan teknologi. Perusahaan layanan taksi online Didi menjadi "korban pertama" aturan tersebut.

Pelaku pasar juga memantau data ekspor-impor Jerman per Mei, data inflasi Belanda per Juni, dan rilis angka pengangguran di Swiss per Juni.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading