Ardi Bakrie Diciduk Polri, Berapa Hartanya di Emiten Bakrie?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
08 July 2021 10:04
Instagram @niaramadhani

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Anindra Ardiansyah Bakrie atau yang biasa dikenal dengan Ardi Bakrie langsung menjadi pusat pemberitaan media massa nasional setelah dikabarkan ditangkap bersama sang istri, Nia Ramadhani, terkait dengan dugaan narkoba.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus pun membenarkan soal penangkapan dengan dua orang berinisial NR dan AB ini adalah Nia Ramadhani dan suaminya Ardi Bakrie.

"Saya membenarkan NR dan AB sementara kita lakukan pemeriksaan di Polres Jakarta Pusat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (8/7/2021), dikutip Detiknews.


Hingga saat ini, polisi belum memberikan penjelasan lebih lanjut soal penangkapan itu. Namun informasi yang berkembang menyebut NR dan AB diamankan di sebuah restoran di kawasan Jakarta pada Rabu (7/7/2021).

Ardi yang lahir di Menggala, Tulang Bawang, pada 22 April 1979 adalah putra bungsu dari Aburizal Bakrie, generasi kedua Grup Bakrie, grup bisnis yang didirikan oleh pengusaha nasional Achmad Bakrie sejak 1942.

Ardi menikah pada 2010 dengan Nia Ramadhani, seorang artis yang naik daun saat itu, dan dikaruniai tiga orang anak yaitu Mikhayla Zalindra Bakrie, Mainaka Zannati Bakrie dan Magika Zalardi Bakrie.

Lantas berapa kekayaan Ardi Bakrie di beberapa perusahaan Grup Bakrie?

Setidaknya ada 11 perusahaan Grup Bakrie yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi perusahaan publik. Ke-11 emiten itu yakni Energi Mega Persada (ENRG), Bumi Resources Minerals (BRMS), Bakrie Sumatera Plantations (UNSP), dan Bumi Resources (BUMI).

Berikutnya ada Intermedia Capital (MDIA), Visi Media Asia (VIVA), Bakrie & Brothers (BNBR), Bakrie Telecom (BTEL), Darma Henwa, Bakrieland Development (ELTY), dan Graha Andrasentra Propertindo (JGLE).

Namun khususnya di Visi Media Asia (VIVA) yang mengelola stasiun televisi TvOne (PT Lativi Mediakarya) dan situs berita online Viva (Viva Media baru), laporan keuangan terbaru (Maret 2021) mencatat Ardi menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur VIVA, sementara Presiden Direktur VIVA dijabat sang kaka Anindya Novyan Bakrie.

Hanya saja, mengacu data laporan keuangan VIVA di Maret 2021, tak ada porsi saham pribadi dari Ardi Bakrie.

Saham terbesar VIVA dipegang oleh PT Bakrie Global Ventures (dulu PT CMA Indonesia) dengan porsi 52,69% atau setara 8.839.399.293 saham.

Bakrie Global ini dipimpin oleh Anindya Bakrie, dan menjadi salah satu kendaraan bisnis keluarga Bakrie.

Dengan estimasi harga saham VIVA di harga rata-rata Rp 56/saham Kamis ini (8/7), maka nilai valuasi saham Bakrie Global mencapai Rp 495 miliar.

Bisa juga kepemilikan saham Ardi Bakrie ada di pos kepemilikan publik di bawah 5% karena memang tidak terpublikasi.

Adapun di Intermedia Capital (MDIA), anak usaha VIVA, tak ada nama Ardi Bakrie di pemegang saham maupun jajaran pengurus.

Hanya tercatat Anindya sebagai Komisaris Utama, sementara saham terbesar dipegang Visi Media Asia 89,99%.

Di Bakrie Telecom (BTEL), saham terbesar dipegang PT Huawei Tech Investment 16,81% dan PT Mahindo Agung Sentosa 13,58% untuk Seri A dan AB. Tak ada nama keluarga Bakrie di sini, direktur utama dijabat Harya Mitra Hidayat.

Di Bumi Resources Minerals (BRMS), pun nama Ardi tak masuk karena lebih banyak diisi generasi dari Nirwan Bakrie, adik dari Aburizal Bakrie.

Tercatat Adhika Andrayudha Bakrie (anak bontot dari Nirwan Bakrie) sebagai komisaris, dan Adika Aryasthana Bakrie (Arya Bakrie) sebagai direktur.

Di Bumi Resources (BUMI), Adika Nuraga Bakrie (Aga Bakrie) sebagai direktur, dia anak tertua Nirwan dan kakak dari Adhika.

Sementara itu, saham BUMI terbesar dipegang publik 74,66% dan HSBC-FUND SVS A/C Chengdong Investment 19,99% per Maret 2021.

Di Bakrie & Brothers (BNBR), Ardi Bakrie menjabat wakil direktur utama sementara dirut dijabat sang kakak, Anindya Bakrie. Adapun saham di BNBR secara pribadi tak ada saham Anindya maupun Ardi, karena saham terbesar BNBR dikuasai Fountain City Investment ltd 33,49% (yang kemudian baru-baru ini menjual).

Di Bakrieland Development (ELTY), saham terbesar dipegang publik 94,88% dan Interventures capital Pte Ltd 5,12%. Tak ada nama Ardi Bakrie maupun Anindya.

Berikutnya di Graha Andrasentra (JGLE) yang mengelola Jungleland, Adika Nuraga Bakrie (Aga Bakrie) menjabat komisaris, tak ada Ardi maupun Anindya. Saham terbesar JGLE dipegang PT Surya Global Nusantara 38,76% per Desember 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading