Saham XL Axiata & Link Net Bergerak Liar, Ada Isu Akuisisi

Market - Putra, CNBC Indonesia
06 July 2021 10:08
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia -Axiata Group Bhd., induk dari XL Axiata Tbk (EXCL), dikabarkan sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk membeli saham penyedia internet Indonesia PT Link Net Tbk (LINK).

Merespons kabar ini kedua saham sukses melesat ke zona hijau. LINK berhasil menanjak 1,62% ke level harga Rp 4.400/unit setelah sempat melesat 5,08%. Transaksi LINK juga tergolong ramai yakni sebesar Rp 9,5 miliar. Tercatat investor asing menjual bersih saham LINK sebesar RP 2 miliar hari ini.

Sedangkan EXCL juga sukses menghijau 1,96% ke level harga Rp 2.600/unit. Transaksi EXCL tidak kalah ramai yakni sebesar Rp 14,5 miliar dan tercatat investor asing membeli bersih Rp 1 miliar. EXCL saat ini memiliki kapitalisasi pasar Rp 27 triliun.


SumberĀ Bloombergyang terkait dengan transaksi ini mengatakan, diskusi mengenai akuisisi tersebut sedang berlangsung antara Axiata dan penjual potensial, perusahaan ekuitas swasta CVC Capital Partners dan PT First Media Tbk(KBLV), perusahaan induk LINK dan anak perusahaankonglomerasiLippo Group milik keluarga Riady.

"Axiata sedang mempertimbangkan opsi pada struktur kesepakatan potensial termasuk membeli saham melalui unitnya di Indonesia, PT XL Axiata," tulis laporan tersebut, dikutip Selasa (6/7/2021).

Namun demikian, belum ada kepastian diskusi dengan Axiata akan menghasilkan transaksi, pun demikian belum ada keterangan resmi dari kedua belah pihak termasuk EXCL di Bursa Efek Indonesia (BEI).

CNBC Indonesia sudah mengkonfirmasi mengenai kabar pasar ini kepada Marlo Budiman, CEO dan Presdir LINK, namun hingga berita ini ditayangkan, Marlo belum memberikan tanggapannya.

Link Net memiliki nilai kapitalisasi pasar Rp 12,4 triliun (setara US$ 857 juta) berdasarkan harga penutupannya pada Senin (5/7). CVC Capital Partners memiliki 36% saham Link Net, sementara First Media memegang 28%, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Namun berdasarkan laporan keuangan Link Net di Maret 2021, pemegang sahamnya yakni Asia Link Dewa Pte. Ltd. 36,99%, First Media 29,04%, dan publik 33,97%.

CVC dan First Media memang mempertimbangkan untuk mendivestasi saham mayoritas di Link Net pada awal 2015 dan telah menarik minat dari sejumlah perusahaan seperti PT Media Nusantara Citra Tbk(MNCN), XL Axiata dan PT IndosatTbk(ISAT), menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut saat itu.

Link Net, yang didirikan pada tahun 1996, menyediakanbroadbandberkecepatan tinggi dan televisi kabel untuk pelanggan di Indonesia. Situs resminya mencatat, layanannya terhubung ke 2,7 juta rumah, menurut presentasi perusahaan kuartal pertama.

Perusahaan melaporkan laba bersih Rp 249 miliar dalam3 bulan yang berakhir 31 Maret, meningkat 26% YoY.

Manajemen LINKpada medio 2020, mengungkapkan bahwa Grup Lippo melalui First Media dan perusahaan private equity global CVC Capital Partners via Asia Link Dewa Ptememang akan melepas seluruh kepemilikan saham LINK dan berpotensi meraih dana lebih dari Rp 4 triliun.

Sebanyak empat investor sudah dalam proses uji tuntas (due dilligence) untuk mengakuisisi mayoritas saham LINK. Empat investor tersebut berasal dari dua perusahaan Malaysia dan dua perusahaan Jepang.

"Cuma saya gak bisa sebut nama Pak karena terkait dengan NDA [non disclosure agreement]," kata Marlo Budiman, CEO dan Presdir LINK, saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (5/10/2020).

Aksi ini melanjutkan divestasi Grup Lippo yang sebelumnya batal terlaksana dengan PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) milik Grup MNC.


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading