Saham Ini Jawara Pekan Ini, Ada yang Cuan Hampir 100%

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
03 July 2021 15:40
Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini hanya menguat tipis 0,01% ke level 6.023,01. Di tengah menguat tipisnya IHSG pada pekan ini, ada beberapa saham yang mengalami kenaikan hingga hampir 100% sepanjang pekan ini.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), enam saham yang mencetak reli terbesar (top gainers) pekan ini terutama bergerak di sektor media, industri, transportasi laut, dan farmasi.

Berikut daftar saham yang menjadi top gainers pada pekan ini.


Saham emiten media Grup MNC, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) memimpin top gainers pada pekan ini, di mana saham MSIN meroket hingga 92,38% ke level harga Rp 404/unit, dari sebelumnya pada pekan lalu di level Rp 210/unit.

Pada Selasa (29/6/2021) lalu, BEI sempat memantau pergerakan saham MSIN karena telah terjadi peningkatan harga saham di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA) pada saham tersebut.

Menanggapi pemberitahuan UMA dari bursa tersebut, manajemen MSIN menjelaskan dalam surat pada Rabu (30/6), bahwa tidak terdapat informasi material yang belum disampaikan kepada publik.

"[D]emikian juga tidak terdapat Informasi Material yang secara khusus menyangkut Perseroan dan beredar sebagai rumor atau beredar di media massa berkaitan dengan Pengumuman tersebut," jelas Direktur Utama MSIN Ella Kartika, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (2/7/2021).

Di posisi kedua terdapat saham emiten arsitektur, PT Aesler Group Internasional Tbk (RONY) yang juga terbang hingga 81,01% ke level Rp 286/unit, dari sebelumnya pada pekan lalu di level Rp 158/unit.

Berikutnya di posisi ketiga diduduki oleh saham emiten jasa manajemen pengembangan usaha dan media, PT Star Pacific Tbk (LPLI) melesat hingga 32% ke level Rp 330/unit pada pekan ini, dari sebelumnya pada pekan lalu di harga Rp 250/unit.

Sebelumnya pada pertengahan Juni lalu, BEI juga sempat memantau pergerakan saham LPLI karena telah terjadi peningkatan harga saham di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA) pada saham tersebut.

Emiten yang semula didirikan tahun 1983 dengan nama PT Asuransi Lippo Jiwa Sakti dan telah empat kali berganti nama ini selalu ditutup di zona hijau sejak awal bulan Juni.

Sebagai informasi, 57,01% saham LPLI dipegang oleh PT Inti Anugerah Pratama (IAP), perusahaan keluarga Riady, sebagai pengendali utama.

Sedangkan diposisi terakhir, terdapat saham emiten farmasi yang juga merupakan anak usaha dari PT Bio Farma (Persero), yakni PT Indofarma Tbk (INAF). Saham INAF pada pekan ini melesat 27,03% ke level harga Rp 3.290/unit, dari sebelumnya pada pekan lalu di level harga Rp 2.590/unit.

Saham farmasi dalam sepekan terakhir memang sedang melesat-melesatnya akibat didorong oleh dua sentimen positif, yakni mengenai kasus harian baru virus corona (Covid-19) di Indonesia yang terus melonjak tinggi dalam sepekan terakhir.

Per Jumat (2/7/2021) hingga pukul 12:00 WIB, Kementerian Kesehatan RI mencatat total kasus di Indonesia secara keseluruhan adalah 2,22 juta.

Dari tambahan kasus tersebut, sebanyak 153.608 spesimen diperiksa dengan jumlah suspek sebanyak 135.043. Adapun kasus aktif bertambah 13.713 sehingga totalnya menjadi 2.67.539.

Selanjutnya kematian tercatat bertambah 539 menjadi 59.534. Kabar baiknya, kasus sembuh bertambahan 11.587 menjadi 1,9 juta.

Secara rata-rata, dalam sepekan pertambahan kasus positif Covid-19 berada di kisaran 20.693. Kasus aktif juga mencatat rekor. Ada tambahan 14.458 kasus aktif, sehingga secara total mencapai 253.826. Kasus aktif adalah pasien yang dirawat di fasilitas yang ditunjuk pemerintah.

Kemudian, sentimen kedua terkait Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang beberapa hari lalu mengumumkan akan segera melakukan uji klinis terhadap Ivermectin yang diproduksi Indofarma sebagai obat Covid-19.

Indofarma juga memastikan sedang memproduksi obat ivermectin yang digunakan sebagai terapi Covid-19. Jumlahnya mencapai 4 juta tablet dan sudah dimulai sejak awal pekan ini.

"4 juta sudah mulai produksinya hari Senin kemarin. Kapasitas kami cukup besar, mengambil angka moderat 4 juta tablet perbulan," kata Direktur Utama Indofarma, Arief Pramuhanto, dalam Squawkbox, CNBC Indonesia, Rabu (23/6).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Joss! Cuan 10 Saham Ini Gilak Kemarin, Yah Telat Masuk deh


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading