Ada Insentif PPN Sewa Mal, Saham Properti Bergerak Liar

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
01 July 2021 11:22
Sejumlah gerai memasang papan pemberitahuan penutupan toko yang berada di salah satu mal di Jakarta, Selasa (29/6/2021). Pemerintah makin memperketat jam operasional pusat perbelanjaan dan restoran. Semula, mal dan restoran diizinkan buka jam 8 malam kini jam operasionalnya harus ditutup hingga jam 5 sore. Pantauan dilokasi ada beberapa store yang menutup tokonya dengan menempelkan papan pemberitahuan. Wahana permainan anak juga ditutup oleh pihak pengelola mal. Pengunjung dimal juga tampak sepi.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham pengelola mal cenderung menguat pada awal perdagangan pagi ini, Jumat (25/6/2021) setelah pemerintah mengumumkan akan memberikan insentif terbaru untuk pelaku usaha.

Insentif yang diberikan kali ini terkait dengan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sewa toko atau outlet. Sehingga dengan pembebasan ini maka tarif PPN sewa toko 100% Ditanggung Pemerintah (DTP). Ini menjadi bagian dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Gerak Saham Pengelola Mal, Kamis Pagi (1/7) pukul 10.40 WIB:


  • Sentul City (BKSL), saham +3,17% ke Rp 65, transaksi Rp 17 miliar
  • Pakuwon Jati (PWON), saham +1,36% ke Rp446, transaksi Rp 3 miliar
  • Lippo Karawaci (LPKR), saham +1,30% ke Rp 156, transaksi Rp 1 miliar
  • Alam Sutera Realty (ASRI), saham +0,62% ke Rp 161, transaksi Rp 1 miliar
  • Bumi Serpong Damai (BSDE), saham +0,52% ke Rp 970/saham, transaksi Rp 2 miliar
  • Agung Podomoro Land (APLN), saham -0,74% , ke Rp 135, transaksi Rp 676 juta
  • Ciputra Development (CTRA), saham -1,61% , ke Rp 915, transaksi Rp 4 miliar
  • Summarecon Agung (SMRA), -1,76% , ke Rp 835, transaksi Rp 3 miliar

Menurut data di atas, 5 saham tercatat naik dan 3 saham tercatat turun. Saham Sentul City mengalami penguatan terbesar disusul oleh pengelola mal Gandaria City (Gancit) dan Kota Kasablanka (Kokas), PWON, yang naik 1,36% ke Rp 446/saham setelah ditutup merah pada perdagangan hari sebelumnya.

Di posisi ketiga ada saham pengelola mal Lippo Mal Kemang, LPKR, naik 1,30% ke Rp 156/saham. Saham ini rebound dari pelemahan 3,14% pada perdagangan kemarin.

Meskipun begitu sentimen negatif masih terus membayangi saham-saham sektor ini, yakni terkait isu pemberhentian aktivitas seluruh pusat keramaian, seperti mal, yang wajib tutup pukul, seiring dengan kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air yang mencetak rekor baru. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ini masih menunggu keterangan pers yang dikabarkan akan digelar hari ini, Kamis (1/7/2021).

Kementerian Kesehatan melaporkan, total pasien positif corona di Indonesia per 30 Juni 2021 berjumlah 2,178 juta orang. Bertambah 21.807 orang dan merupakan rekor tertinggi penambahan kasus harian sejak kasus perdana diumumkan pada awal Maret 2020.

Dalam sepekan terakhir 23-29 Juni 2021, jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia melonjak menjadi 138.352 orang. Artinya setiap hari ada tambahan hampir 20 ribu kasus baru dan juga pasien yang harus mendapatkan perawatan. Sementara dalam periode ini ada sebanyak 2.748 kasus kematian.

Sebelum isu penutupan mal bergulir, pembatasan jumlah pengunjung telah dilakukan oleh pemerintah. Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan bahwa seluruh pusat keramaian seperti mal, pasar, dan pusat perdagangan wajib tutup pukul 20.00 atau jam 8 malam.

"Kegiatan di mall dan pasar dan pusat perdagangan maksimal jam 20.00, Pembatasan pengunjung 25% dr kapasitas," ujar Airlangga dalam konferensi pers, Senin (21/67/2021).

Airlangga yang juga menjabat sebagai Menko Perekonomian, menyatakan pembatasan ini juga diberlakukan untuk restoran, cafe, pedagang kaki lima, dan lapak baik di pasar maupun pusat perbelanjaan.

"Dine ini dibatasi 25% dari kapasitas. Sisanya take away dan delivery sesuai dengan jam restoran. Dibatasi sampai jam 8 malam," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading