Terungkap! Lo Kheng Hong Diam-diam Simpan Saham 2 Sektor Ini

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
30 June 2021 12:10
Dok.Lo Kheng Hong

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor kawakan Lo Kheng Hong mengungkapkan bahwa dirinya ternyata juga berinvestasi di saham perbankan dan jasa keuangan non-bank. Hanya saja porsinya memang belum sampai di atas 5% sehingga tak bisa dilihat oleh investor publik.

"Saya punya saham bank dan non-bank, cuma baru 4%," kata Lo kepada CNBC Indonesia baru-baru ini. Namun investor pemegang saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) ini belum membeberkan saham bank dan jasa keuangan non-bank yang dibelinya.

"Jumlah saham saya cuma baru 4%, belum di atas 5% sehingga belum terlihat oleh publik," kata investor saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) ini.


Berdasarkan data KSEI, saham jasa keuangan non-bank yang juga dimiliki Lo Kheng Hong ialah perusahaan pembiayaan, PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN).

Berdasarkan pengumuman di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Lo membeli sebanyak 19.215.800 saham di harga Rp 246 per saham dan Rp 270 per saham. Transaksi pembelian saham ini dilaksanakan pada 6 April dan 8 April 2021.

Dengan demikian, persentase kepemilikan Lo di CFIN naik menjadi sebanyak 205.376.800 saham atau setara 5,15%. Sebelumnya diberitakan Lo Kheng Hong memiliki 204.491.000 unit saham CFIN atau setara 5,13% kepemilikan.

"Tujuan transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung," ungkap Direktur dan Corporate Secretary CFIN, Jahja Anwar, Jumat (23/4/2021).

Clipan Finance adalah perusahaan pembiayaan yang saat ini sahamnya dikendalikan oleh PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Panin Bank dengan kepemilikan 51,48%. BBH Luxembourg 8,23% dan sisanya pemegang saham publik 40,29%.

Lebih lanjut menurut LKH, sapaan akrabnya, sektor perbankan sangat prospektif.

Ketika ditanya apakah memilih saham perbankan berdasarkan price to book value (PBV) atau rasio harga terhadap nilai buku, Lo mengatakan iya, tetapi salah satu pertimbangan memilih saham bank adalah karena saat ini suku bunga bank sedang rendah.

Ia mengakui memang melihat saham bank salah satunya lewat rasio PBV, selain juga mempertimbangkan laba bersih emiten, rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (PER), dan ukuran bank tersebut apakah masuk bank BUKU (bank umum kelompok usaha) 4 atau tidak di bawahnya. Bank BUKU 4 adalah bank dengan modal inti di atas Rp 30 triliun.

Sebagai gambaran, PBV adalah metode valuasi yang membandingkan nilai buku suatu emiten dengan harga pasar. Semakin rendah PBV biasanya perusahaan akan dinilai semakin murah. Secara rule of thumb, PBV akan dianggap murah apabila rasionya berada di bawah angka 1 kali.

Sedangkan PER juga merupakan metode valuasi yang membandingkan laba bersih per saham dengan harga pasarnya.

Semakin rendah PER maka biasanya perusahaan juga akan dianggap semakin murah, Untuk PER biasanya secara rule of thumb akan dianggap murah apabila rasio ini berada di bawah angka 10 kali.

"Selain price to book, juga dilihat labanya, price earning ratio, size-nya buku 1 atau buku 4 dan lain-lainnya," kata investor yang dijuluki Warren Buffett-nya Indonesia ini.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading