Top Losers Sepekan

Apes! BEI Buka 'Gembok', Saham Ini Anjlok 8 Hari Beruntun

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
19 June 2021 18:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi, terdapat sejumlah saham yang ambles melebihi indeks acuan utama bursa RI tersebut selama sepekan terakhir.

Saham emiten produsen furnitur rumah dan kantor PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF) dan emiten penyedia jasa logistik PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) menjadi saham paling anjlok selama sepekan.

Berikut 5 besar saham paling buntung sepanjang pekan ini:


Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) di atas, saham CBMF menempati posisi pucuk saham paling ambles dalam minggu ini, yakni sebesar 28,95% ke posisi Rp 81/saham. Harga per Jumat lalu tersebut menjadi yang terendah sejak saham ini IPO.

Praktis, saham ini sudah ambles selama 8 hari beruntun. Anjloknya saham emiten yang melantai di bursa sejak April 2020 ini terjadi pasca-pihak bursa mencabut suspensi (penghentian perdagangan sementara) saham CBMF pada Rabu (9/6) pekan lalu.

Informasi saja, BEI 'menggembok' saham TRUE sejak 19 April lalu lantaran terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham ini.

Memang, sejak mencapai harga Rp635/saham pada 12 maret 2021, saham CBMF 'terjun bebas' hingga suspensi dilakukan pihak bursa. Apabila dihitung, sejak 12 Maret sampai 16 April (di harga Rp 140/saham), saham CBMF anjlok sedalam 77,95%.

Sebelum 12 Maret, saham CBMF sempat menyentuh harga tertinggi sepanjang masa Rp 670/saham pada 17 November tahun lalu.

Sebelum mensuspensi, pihak bursa sebelumnya memasukkan saham CMBF ke dalam kategori saham dengan pergerakan harga saham di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA), seiring dengan penurunan harga yang saham yang signifikan pada periode tersebut.

Pada 8 April, manajemen CBMF sendiri sempat menjelaskan kepada otoritas bursa mengenai UMA saham perusahaan. Menurut manajemen, tidak terdapat informasi/fakta material/kejadian penting lainnya yang belum diungkapkan di publik terkait dengan fluktuasi harga saham perseroan.

Selain itu, perusahaan juga telah mengonfirmasi kepada pemegang saham utama dan tidak terdapat rencana pemegang saham utama terkait kepemilikian saham di CBMF.

Manajemen CBMF menambahkan, perusahaan juga tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang mempengaruhi volatilitas saham CBMF. Terakhir, pihak CBMF menegaskan, perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi paling tidak dalam 3 bulan mendatang.

Setali tiga uang dengan saham CBMF, saham PURA anjlok 28,33% ke posisi Rp 86/saham. Pada perdagangan Jumat (18/6), saham PURA ditutup ambles 6,52%. Ini merupakan kali kedelapan secara beruntun saham ini tersungkur di zona merah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) benar-benar loyo dalam sepekan ini. Melemahnya IHSG dipengaruhi terutama oleh sejumlah sentimen negatif, terutama terkait peningkatan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam sepekan IHSG melorot 1,45%, dengan 5 kali terjerembap di zona merah dan hanya sekali menghijau, yakni pada Selasa (15/6/2021). Dalam sepekan, investor saham 'angkat kaki' dari bursa domestik dengan nilai jual bersih (net sell) asing sebesar Rp 61,47 miliar di pasar reguler.

Pertambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia terus bertahan di angka yang cukup tinggi, yakni 12.906 pasien pada hari ini Sabtu (19/6/2021).
Pertambahan kasus baru ini hanya terpaut tipis dengan sehari sebelumnya yang tercatat 12.990 orang, yang merupakan kasus tertinggi sejak akhir Januari 2021.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus baru ini membawa total konfirmasi positif di Indonesia menembus 1.976.172 orang. Bila pertambahan terus bertahan di angka tinggi, maka kasus Covid-19 bisa menembus angka 2 juta dalam hitungan hari.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading