Amsyong! Saham Ini Malah Ambles Hingga 30% Pekan Ini

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
08 January 2022 13:20
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau cerah bergairah pada pekan ini, di mana pekan ini merupakan pekan pertama di tahun 2022.

Melansir dari Refinitiv sepanjang pekan ini, indeks bursa saham acuan nasional tersebut melonjak 1,82% secara point-to-point. Pada perdagangan Jumat (7/1/2022) kemarin, IHSG pun ditutup melesat 0,72% ke level 6.701,32.

Meski masih berjarak sekitar 0,8% lagi dari level all time high (ATH) yang pernah ditorehkan pada November 2021 lalu, tetapi IHSG mampu mengakhiri pekan ini dengan torehan positif, karena dua hari perdagangan pekan ini yakni Rabu dan Kamis, IHSG sempat berbalik arah ke zona merah.


Selama sepekan, nilai transaksi IHSG mencapai Rp 66,4 triliun. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) nyaris Rp 3 triliun, atau lebih tepatnya mencapai Rp 2,96 triliun di pasar reguler.

Di tengah cerahnya IHSG pada pekan ini, beberapa saham membukukan koreksi yang cukup besar dan menjadi top losers pada pekan ini.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), dari enam saham yang menjadi top losers pada pekan ini, rata-rata penurunan berada di kisaran 30%.

Berikut daftar saham yang menjadi top losers pada pekan ini.

Di posisi pertama terdapat saham emiten produsen tisu basah, kain non tenun, dan produk kesehatan lainnya, yakni PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) yang ambles 33,73% ke level harga Rp 338/unit, dari sebelumnya pada pekan lalu di harga Rp 510/unit.

Belum diketahui alasan saham yang listing di bursa pada Juni 2021 lalu ambruk dan menjadi top losers pertama pada pekan ini.

Namun, BEI sudah memasukan saham FLMC ke dalam pemantauan khusus karena pergerakan sahamnya di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA) pada perdagangan akhir tahun 2021 lalu.

Berikutnya di posisi kedua terdapat saham emiten transportasi logistik yakni PT Maming Enam Sembilan Mineral Tbk (AKSI) yang ambrol 29,38% ke level Rp 625/unit pada pekan ini, dari sebelumnya pada pekan lalu di level Rp 885/unit.

Padahal sekitar dua pekan lalu, saham AKSI sempat menjadi top gainers sepekan, di mana saat itu faktor pendorongnya adalah rencana perseroan yang akan mengubah nama perusahaan.

Seperti saham FLMC, Belum diketahui alasan saham AKSI menjadi top losers kedua pada pekan ini.

Sedangkan dari deretan top losers lainnya, ada dua saham emiten media Grup MNC, yakni saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) dan saham PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV).

Saham MSKY ambruk 29% ke level harga Rp 426/unit pada pekan ini, dari sebelumnya pada pekan lalu di harga Rp 600/unit.

Sedangkan saham IPTV merosot 28,57% ke level Rp 120/unit pada pekan ini, dari sebelumnya pada pekan lalu di level Rp 168/unit.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Seminggu Tanam Duit di Saham Naik 80%, Auto Tajir Mendadak


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading