Investor Long Term Bitcoin Cuan Loh, Daripada Para Scalpers

Market - chd, CNBC Indonesia
18 June 2021 15:05
Ilustrasi Bitcoin  (Photo by Executium on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor yang mengambil posisi jangka panjang terlihat akan mengalami peningkatan kepemilikannya di Bitcoin, di tengah tren penurunan harga yang lebih besar.

Data Glassnode menunjukkan perubahan posisi bersih holder Bitcoin, yang melacak aktivitas jual-beli bersih dari mereka yang memegang Bitcoin selama enam bulan atau lebih, telah berbalik positif untuk pertama kalinya sejak akhir Oktober tahun lalu.

Holder dapat diartikan sebagai investor Bitcoin yang sudah lama memegang Bitcoin.


"Ini menunjukkan HODLers adalah pembeli Bitcoin. Posisi bersih Bitcoin holder adalah indikator kuat tentang bagaimana investor jangka panjang berpikir tentang Bitcoin." Kata Delphi Digital dalam berita hariannya pada Rabu (16/6/2021) lalu.

Supply yang dipegang oleh pemegang Bitcoin jangka panjang telah meningkat dari 11 juta menjadi lebih dari 11,6 juta dalam beberapa pekan terakhir, berdasarkan data dari Glassnode.

Bitcoin HolderFoto: CoinDesk & Glassnode

Sementara pemegang Bitcoin saat ini sedang berusaha agar pasar kembali ke tren bullish. Data masa lalu menunjukkan tren bullish sebagian besar terjadi setelah para pemegangnya melakukan akumulasi secara berkelanjutan.

Misalnya, indikator sebagian besar tetap positif pada tahun 2018, tahun negatif bagi bitcoin. Pada awal 2019 ketika Bitcoin berada di bawah US$ 5.000, tren bullish kembali terjadi pada kuartal kedua tahun 2019, mendorong Bitcoin ke US$ 13.880 pada akhir Juni 2019.

Bitcoin HolderFoto: CoinDesk & Glassnode

Bitcoin mencapai puncaknya pada Oktober 2020, setelah sempat rehat selama 16 bulan. Setelah periode itu, Bitcoin mulai masuk ke tren bearish, turun dari US$ 13.000 menjadi US$ 4.000 antara Agustus 2019 dan Maret 2020.

Namun, ini masih harus dilihat apakah mereka akan terus menjadi pembeli bersih selama beberapa pekan kedepan dan apakah mereka dapat memulihkan pasar yang sebelumnya hingga kini masih terpukul.

Berdasarkan pola grafiknya, Bitcoin masih didera oleh aksi penjualan dalam jangka pendek, karena data grafik harian menunjukkan simple moving averages (SMA) 50 hari dan 200 hari terlihat pola death cross (crossover bearish) yang akan terjaid dalam satu atau dua hari berikutnya.

Pola Death Cross BitcoinFoto: CoinDesk & TradingView
Pola Death Cross Bitcoin

Menurut analisis dari Kraken, pola death cross sebelumnya terjadi pada grafik harian bertepatan dengan aksi jual di hari-hari berikutnya atau tren penurunan secara makro yang berlanjut dan mengkonfirmasi pasar bearish.


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading