Bos LPS Sebut Sektor-sektor Ini Lepas Landas, Cek Daftarnya!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 June 2021 15:52
Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner LPS

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat ada beberapa sektor industri yang mulai menunjukkan pemulihan di tengah gencarnya upaya pemerintah mendorong ekspansi ekonomi.

Hal ini terindikasi dari perubahan komposisi simpanan sejumlah sektor industri korporasi swasta non keuangan yang mulai mengalihkan simpanannya dari sebelumnya deposito ke giro.

Sektor tersebut di antaranya, industri otomotif, perkayuan, jasa konstruksi, tekstil, properti, dan telekomunikasi.


"Pergeseran simpanan ini menjadi indikasi pemulihan ekonomi. Sektor-sektor tersebut sudah siap melakukan ekspansi, ini sesuatu perkembangan positif yang kita amati terus dari pasar," kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI, DPR, Senin (14/6/2021).

Data LPS 14 Juni 2021Foto: Data LPS 14 Juni 2021
Data LPS 14 Juni 2021

Berdasarkan data LPS, giro di sektor otomotif sampai dengan April ini, komposisi simpanannya naik menjadi 65,19% dari sebelumnya 58,88%. Selanjutnya, sektor perkayuan naik dari sebelumnya 54,54% menjadi 60,78%, diikuti sektor industri tekstil yang meningkat dari sebelumnya 48,62% menjadi 53,73%.

Sedangkan, sektor jasa konstruksi juga mengalami kenaikan menjadi 50,39% dari sebelumnya 42,33%.

Sektor telekomunikasi naik dari 39,60% menjadi 44,81%. Industri rokok naik dari 63,44% menjadi 65,19%. Sektor industri perminyakan naik tipis dari 53,80% menjadi 54,49% begitupun dengan agrobisnis yang naik dari 71,52% menjadi 71,92%.

Purbaya juga melanjutkan, selama bulan April ini, total simpanan bank umum mengalami kenaikan sebesar 10,79% menjadi Rp 669,79 triliun.

Kenaikan tersebut didorong oleh kenaikan pada seluruh saldo simpanan. Tiering (tingkatan) simpanan dengan saldo di atas Rp 5 miliar naik paling kencang sebesar 14,68% menjadi Rp 432,96 triliun.

Sementara itu, tiering saldo simpanan yang kurang dari Rp 2 miliar mengalami kenaikan sebesar 7,89% menjadi Rp 212,58 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading