Ini Penyebab Asuransi Properti Masih Kurang Peminat

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
11 June 2021 14:35
Direktur Utama BRI Insurance Fankar Umran (Tangkapan Layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama BRI Insurance, Fankar Umran mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang enggan membeli produk asuransi properti khususnya perumahan.

"Minded masih kurang, literasi kurang. Seolah-olah kadang hanya seperti mandatori pembiayaan," ujarnya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Mandatori pembiayaan yang dimaksud adalah, asuransi perumahan yang dimiliki karena kredit pemilikan rumah (KPR) yang dimiliki. Biasanya, ada beberapa pengembang yang sudah menyertakan asuransi properti.


Tak heran dia mencatat, asuransi properti untuk jenis perumahan memang jumlahnya lebih kecil dibanding dengan properti jenis lain seperti perkantoran atau pabrik. "Lebih tinggi industri dan perkantoran, walau jumlah rumah lebih banyak," tuturnya.

Hal ini menjadi tantangan bagi BRINS, bagaimana meningkatkan asuransi di masyarakat. Catatannya, persentase literasi keuangan di masyarakat sebanyak 38%, di mana asuransi hanya 19% diantaranya.

"Itu pun didominasi asuransi jiwa, kalau asuransi umum lebih rendah," tegasnya.

Untuk itu, dia selalu mengkampanyekan bahwa produk asuransi itu tidak mahal. Dia memberikan contoh, sebuah asuransi rumah Rp 1 miliar dengan premi Rp 1-2 juta. Artinya, lanjut dia, hanya sekali bayar, dibagi sebulan Rp 100-200 ribu per bulan.

"Belum lagi dibanding harga tanggungan. Nilai ditanggung saat risiko, itu murah, tak perlu keluar Rp 1 miliar hanya dengan Rp 1 juta, terjamin," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading