Harga Rekor 10 Tahun Tertinggi, Saham Batu Bara to The Moon

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
11 June 2021 11:02
Pekerja melakukan bongkar muat batu bara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemerintah telah mengeluarkan peraturan turunan dari Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Adapun salah satunya Peraturan Pemerintah yang diterbitkan yaitu Peraturan Pemerintah No.25 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham-saham emiten tambang batu bara melonjak ke zona hijau pada sepanjang perdagangan sesi I hari ini, Jumat (11/6/2021). Lonjakan saham-saham tersebut didorong sentimen positif kenaikan harga batu bara termal ICE Newcastle itu yang mendekati level tertingginya dalam satu dekade terakhir.

Berikut pergerakan saham batu bara, pukul 10.45 WIB.

  1. Alfa Energi Investama (FIRE), saham +18,31%, ke Rp 575, transaksi Rp 8 M


  2. Atlas Resources (ARII), +10,20%, ke Rp 324, transaksi Rp 228 juta

  3. Golden Energy Mines (GEMS), +9,66%, ke Rp 4.200, transaksi Rp 285 juta

  4. Adaro Energy (ADRO), +9,50%, ke Rp 1.325, transaksi Rp 297 M

  5. Bumi Resources (BUMI), +8,33%, ke Rp 65, transaksi Rp 68 M

  6. Indika Energy (INDY), +7,92%, ke Rp 1.430, transaksi Rp 41 M

  7. Delta Dunia Makmur (DOID), +6,78%, ke Rp 378, transaksi Rp 49 M

  8. Indo Tambangraya Megah (ITMG), +6,21%, ke Rp 14.975, transaksi Rp 95 M

  9. Baramulti Suksessarana (BSSR), +6,10%, ke Rp 1.740, transaksi Rp 100 juta

  10. Harum Energy (HRUM), +5,47%, ke Rp 5.300, transaksi Rp 21 M

  11. Bukit Asam (PTBA), +5,45%, ke Rp 2.320, transaksi Rp 122 M

  12. Golden Eagle Energy (SMMT), +4,55%, ke Rp 115, transaksi Rp 2 M

  13. Resource Alam Indonesia (KKGI), +4,13%, ke Rp 252, transaksi Rp 7 juta

  14. Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS), +3,66%, ke Rp 85, transaksi Rp 2 M

  15. Mitrabara Adiperdana (MABP), +2,81%, ke Rp 2.930, transaksi Rp 424 juta

  16. United Tractors (UNTR), +2,65%, ke Rp 23.200, transaksi Rp 40 M

  17. Bayan Resources (BYAN), +2,20%, ke Rp 13.925, transaksi Rp 889 juta

  18. Perdana Karya Perkasa (PKPK), +1,37%, ke Rp 74, transaksi Rp 254 juta

Berdasarkan data di atas, ada 18 saham batu bara yang melonjak pagi ini. Penguatan tertinggi dibukukan oleh saham FIRE yang melonjak 18,31% ke Rp 575/saham. Kenaikan ini terjadi setelah pada dua perdagangan sebelumnya saham ini stagnan.

Selain itu ada saham ADRO yang melejit 9,50% ke Rp 1.325/saham. Saham ADRO berhasil rebound setelah kemarin terkoreksi 0,41%. Dalam sepekan saham ADRO sudah melejit 8,94%.

Saham emiten tambang pelat merah, PTBA, juga berhasil melesat 5,45% ke Rp 2.320/saham, setelah kemarin melorot 0,90%.

Harga batu bara kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang tahun. Pada perdagangan kemarin (10/6/) harga kontrak futures (berjangka) si batu hitam ditutup melesat 4,6% ke US$ 123,95/ton.

Dengan kenaikan harga tersebut kini batu bara acuan global itu sudah mendekati level tertingginya dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya harga tertinggi batu bara di tahun 2021 adalah US$ 118,9/ton pada 28 Mei lalu. Sementara harga terendahnya di sepanjang tahun adalah di US$ 75,7/ton pada 6 Januari 2021.

Rata-rata harga bulanan si batu hitam terus mengalami kenaikan. Rata-rata harga batu bara Newcastle bulan Januari 2021 sebesar US$ 86,13/ton. Rata-rata harga naik menjadi US$ 103,15/ton di bulan Mei. Ada kenaikan sebesar hampir 20% pada periode tersebut.

Harga batu bara termal di seluruh Asia telah melonjak k

e level tertinggi hampir satu dekade terakhir di tengah permintaan yang kuat dan beberapa kendala pasokan.

Pemicu kenaikan harga adalah permintaan yang kuat dari Jepang dan Korea Selatan, pembeli utama batu bara termal Australia bermutu tinggi di tengah tingginya konsumsi listrik untuk AC di belahan bumi utara seiring dengan adanya sentimen musim panas.

"Kenaikan harga batu bara termal juga mencerminkan penyesuaian kembali aliran batu bara di seluruh Asia sebagai bagian dari perselisihan China-Australia" tulis Clyde Russel, kolumnis untuk sektor energi Reuters.

Eksportir Australia harus beralih dari China ke pembeli lain, terutama India tetapi juga importir kecil seperti Vietnam dan Bangladesh, dan menawarkan harga yang kompetitif untuk menggantikan pemasok lain, seperti Indonesia dan Rusia.

Impor batu bara lintas laut India untuk semua jenis batu bara sedikit turun di bulan Mei. Impor turun menjadi 17,62 juta ton dari 18,68 juta April, menurut data pelacakan kapal dan pelabuhan Refinitiv. Penurunan impor terjadi dikarenakan India yang menerapkan lockdown untuk mengendalikan wabah Covid-19 yang melonjak.

Namun meskipun turun, rincian data menunjukkan bahwa impor dari Australia naik menjadi 6,43 juta ton dan menjadi impor tertinggi kedua sejak Januari 2015 atau sedikit lebih rendah dari 6,80 juta pada Januari tahun ini.

Impor dari Indonesia turun menjadi 5,52 juta ton di bulan Mei, turun dari 6,3 juta di bulan April, dan jauh di bawah tingkat rata-ratanya sekitar 8 hingga 10 juta ton per bulan yang berlaku sebelum larangan China atas batu bara Australia diterapkan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading