Duh! Kejatuhan Sederet Saham Ini Bikin IHSG Ambles Lagi

Market - Putra, CNBC Indonesia
11 June 2021 10:53
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk ke zona merah setelah sempat dibuka dengan apresiasi 0,18% ke level 6.118,38. Saat ini IHSG berada di zona merah dengan depresiasi 0,17% ke level 6.097,51.

Nilai transaksi hari ini sebesar Rp 5,2 triliun dan terpantau investor asing membeli bersih Rp 192 miliar di pasar reguler.

Berikut saham-saham yang menjadi pemberat gerak IHSG.


Tercatat saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemberat indeks dimana saham BBCA yang terkoreksi 1.36% mendorong indeks turun 9,71 poin.

Selanjutnya di posisi kedua ada nama Big Cap lain yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang terkoreksi 1,15% dan memberatkan indeks 3,5 poin.

Di posisi ketiga, keempat, dan kelima terdapat PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Sumber Alfaria Tirtajaya Tbk (AMRT), dan PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang terkoreksi masing-masing 1,76%, 4,07%, dan 0,93%. Ketiga saham tersebut mendorong indeks sebesar 1,99 poin, 1,84 poin, dan 1,79 poin.

Departemen Tenaga Kerja mengumumkan Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI) periode Mei mencapai angka 5% secara tahunan. Ini jauh di atas polling ekonom oleh Dow Jones yang mengestimasikan angka 4,7%. Per April lalu, inflasi naik 4,2% menjadi laju tercepat sejak 2008.

"Angka inflasi ini sepertinya tak akan mengubah narasi secara dramatis dan masih ada indikasi bahwa momentum inflasi akan melandai dalam beberapa bulan," tutur Adam Crisafulli, pendiri Vital Knowledge dalam laporan riset yang dikutipCNBC international.

Banyak ekonom menganalisis kenaikan inflasi tersebut dipengaruhi harga mobil bekas yang naik lebih dari 7%, dan menyumbang sepertiga pertumbuhan IHK, menurut BLS. Kenaikan ini merupakan fenomena sesaat terkait dengan pandemi dan suplai mobil bekas.

"Awal minggu ini kita mengalami hari-hari pasar yang sangat membosankan karena kita semua memperhatikan laporan CPI ini," kata Ryan Detrick, ahli strategi pasar senior di LPL Financial di Charlotte, North Carolina.

"Tetapi, begitu orang melihat ke bawah permukaan, sebagian besar inflasi yang lebih tinggi disebabkan oleh pembukaan [aktivitas ekonomi] kembali, dan saham mengalami reli yang melegakan."

"Pasar merespons dengan tenang karena menyadari ekonomi secara keseluruhan tidak terlalu panas," tambah Detrick.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading