Outlook

Banjir Sentimen! Obligasi Korporasi Bisa Tembus Rp100 T Lebih

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 June 2021 17:10
Ilustrasi Obligasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penerbitan obligasi korporasi di dalam negeri tahun ini akan lebih ramai dibandingkan dengan nilai penerbitan di tahun lalu yang hanya senilai Rp 96,6 triliun.

Kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) dan tren suku bunga rendah mendorong korporasi untuk mencari sumber pendanaan murah.

PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) memprediksi nilai penerbitan ini akan berada di atas Rp 100 triliun.


Potensi ini sudah mulai tergambar dari nilai penerbitan dalam 5 bulan pertama 2021 sudah mencapai Rp 38 triliun, lebih tinggi dari nilai penerbitan di periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 26 triliun.

"Tren penerbitan obligasi korporasi hingga akhir tahun 2021 diperkirakan lebih tinggi dari tahun 2020 yakni berpotensi lebih dari Rp 100 triliun. Penerbitan tersebut selain didorong oleh kebutuhan refinancing juga adanya potensi ekspansi usaha seiring dengan momentum suku bunga rendah," kata Yoyok Isharsaya, Direktur Utama PHEI kepada CNBC Indonesia, Rabu (9/6/2021).

Selain itu, lanjutnya, proses pemulihan ekonomi dan meningkatnya confidence masyarakat turut menjadi katalis ekspansi korporasi, yang membutuhkan pendanaan baru.

Dia menyebut, penerbitan surat utang akan ramai mulai semester kedua 2021 dengan dominasi penerbitan oleh emiten perusahaan pembiayaan atau multifinance.

Senada dengan itu, Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Salyadi Saputra mengatakan penerbitan diperkirakan akan ramai, namun suku bunga rendah juga akan membuat perusahaan dengan reputasi baik memiliki opsi untuk melakukan kredit perbankan dengan bunga yang juga rendah.

"Penerbitan obligasi akan lebih didorong oleh keperluan refinancing obligasi yang jatuh tempo," kata dia.

Keyakinan Investor Dalam Negeri

Yoyok mengungkapkan bahwa daya serap investor tahun ini juga akan lebih baik di tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Sebab adanya kebutuhan reinvestasi di obligasi.

Kemudian, obligasi korporasi juga dinilai akan lebih menarik karena cenderung memberikan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi di tengah masih rendahnya suku bunga.

Salyadi mengatakan, meski kebutuhan ada kebutuhan reinvestasi namun investor masih akan selektif untuk menempatkan dananya di obligasi korporasi. Perusahaan dengan rating yang baik akan menjadi sasaran investasi bagi investor.

"Sementara untuk emiten baru dengan rating yang tidak terlalu tinggi agak sulit menerbitkan obligasi karena investor masih akan selective untuk obligasi dengan resiko rendah (rating tinggi)," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading