Tunggu "Nasib" Isu Taper Tantrum, Rupiah Menguat Tipis!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
10 June 2021 15:43
Warga melintas di depan toko penukaran uang di Kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (20/7). di tempat penukaran uang ini dollar ditransaksikan di Rp 14.550. Rupiah melemah 0,31% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah akhirnya menguat tipis melawan dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (10/6/2021). Padahal, di awal perdagangan rupiah sempat menguat cukup tajam.

Pelaku pasar menanti rilis data inflasi AS malam ini, yang bisa memberikan gambaran bagaimana "nasib" isu taper tantrum membuat laju penguatan rupiah tertahan.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,07%, setelahnya sempat stagnan di Rp 14.250/US$. Tidak lama, rupiah kembali ke zona merah, menguat hingga 0,25% ke Rp 14.215/US$.


Sayangnya, level tersebut menjadi yang terkuat hari ini, setelahnya rupiah memangkas penguatan dan mengakhiri perdagangan di Rp 14.245/US$ atau menguat 0,04%.

Meski penguatan tipis, tetapi kinerja rupiah cukup bagus dibandingkan mata uang Asia lainnya yang mayoritas melemah. Hingga pukul 15:03 WIB, peso Filipina menjadi yang terburuk dengan pelemahan 0,21%.

Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia.

Inflasi merupakan salah satu acuan bank sentral AS (The Fed) untuk melakukan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE).

Tapering merupakan isu utama yang ditakutkan pelaku pasar karena dapat menimbulkan gejolak yang disebut taper tantrum. Saat itu terjadi, dolar AS akan sangat kuat, dan rupiah terpukul.

Inflasi AS akan dirilis malam ini, oleh karena itu pelaku pasar masih berhati-hati dan penguatan rupiah menjadi tertahan meski sedang mendapat tenaga menguat dari serangkaian data yang menunjukkan perekonomian Indonesia bangkit di kuartal II-2021.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Data Ekonomi Munculkan Optimisme Indonesia Lepas dari Resesi

Data Ekonomi Munculkan Optimisme Indonesia Lepas dari Resesi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading