Dolar AS Galau, Yess....Rupiah Terbaik di Asia!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
07 June 2021 15:42
Warga melintas di depan toko penukaran uang di Kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (20/7). di tempat penukaran uang ini dollar ditransaksikan di Rp 14.550. Rupiah melemah 0,31% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah berhasil menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (7/6/2021), bahkan menjadi yang terbaik di Asia. Rilis data tenaga kerja pada Jumat pekan lalu membuat dolar AS galau.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,28% ke Rp 14.250/US$. Penguatan semakin terakselerasi hingga ke Rp 14.230/US$ atau 0,42%. Level tersebut merupakan yang terkuat bagi rupiah pada hari ini.

Rupiah setelahnya memangkas pelemahan, hingga ke Rp 14.275/US$ yang menjadi level terlemah hari ini. Rupiah tidak pernah masuk ke zona merah, di penutupan perdagangan berada di Rp 14.260/US$, menguat 0,21%.


Dengan penguatan tersebut, rupiah menjadi juara di Asia. Hingga pukul 15:09 WIB, selain rupiah ada rupee India, yen Jepang, peso Filipina, dan dolar Singapura yang menguat, tetapi masih di bawah 0,1%.

Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia.

Dolar AS yang sebelumnya perkasa menjadi galau sejak Jumat pekan lalu. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan sepanjang bulan Mei terjadi penambahan tenaga kerja di luar sektor pertanian sebanyak 559.000 orang, di bawah estimasi survei Dow Jones terhadap para ekonomi yakni 671.000 orang. Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 5,8% dari sebelumnya 6,1%.

Meski data tenaga kerja AS cukup solid, tetapi banyak analis yakin data tersebut masih belum cukup membuat bank sentral AS (The Fed) untuk mengurangi nilai program pembelian asetnya (quantitative easing/QE) atau yang dikenal dengan istilah tapering.

Presiden The Fed wilayah Cleveland, Lorreta Mester, juga menyatakan data tenaga kerja AS bagus tetapi masih belum cukup untuk merubah kebijakan moneter.

"Saya melihat ini sebagai kemajuan yang terus dibuat pasar tenaga kerja, tentunya kabar yang sangat bagus. Tetapi, saya ini melihat kemajuan lebih jauh," kata Mester dalam acara "Squawk on the Street" CNBC International, Jumat (4/6/2021).

Di sisi lain, optimisme Indonesia lepas dari resesi membuat rupiah kuat sejak pekan lalu. Saat isu tapering muncul, rupiah hanya melemah tipis, 0,07% sepanjang pekan lalu.
Kini dengan isu tapering yang meredup, rupiah pun langsung ngegas. Rabu (2/6/2021) lalu, IHS Markit merilis data aktivitas sektor manufaktur bulan Mei yang dilihat dari purchasing managers' index (PMI). Data menunjukkan PMI manufaktur Indonesia bulan Mei sebesar 55,3, melesat dibandingkan bulan sebelumnya 54,6.

PMI manufaktur di bulan April tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang masa, artinya di bulan Mei rekor tersebut pecah lagi.

Ada kabar baik lain yaitu lapangan kerja mulai semakin tercipta. Dunia usaha akhirnya melakukan ekspansi tenaga kerja untuk kali pertama dalam 15 bulan terakhir untuk memenuhi peningkatan produksi.

Terus meningkatnya ekspansi sektor manufaktur tentunya menjadi kabar bagus bagi Indonesia, dan memperkuat optimisme akan lepas dari resesi di kuartal II-2021. Sektor manufaktur sendiri berkontribusi sekitar 20% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading