Saham Bank Mini Naik Berjamaah, Investor 'Mimpi' Bank Digital

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
27 May 2021 11:31
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham-saham bank mini (bank dengan modal inti Rp 1 - 5 triliun) menguat di zona hijau pada sepanjang sesi I perdagangan hari ini, Kamis (27/5/2021).

Saham-saham bank tersebut tersengat sentimen positif dari bank Grup MNC PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) yang baru saja resmi mengantongi izin bank digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berikut gerak saham bank bermodal 'cekak', pukul 11.02 WIB.


  1. Bank MNC Internasional (BABP), saham +31,67%, ke Rp 158, transaksi Rp 188 M

  2. Bank Jago (ARTO), +6,21%, ke Rp 12.400, transaksi Rp 541 M

  3. Bank Bisnis Internasional (BBSI), +5,13%, ke Rp 3.280, transaksi Rp 161 juta

  4. Bank QNB Indonesia (BKSW), +3,65%, ke Rp 142, transaksi Rp 234 juta

  5. Bank Ganesha (BGTG), +3,51%, ke Rp 118, transaksi Rp 6 M

  6. Bank Bumi Arta (BNBA), +3,16%, ke Rp 815, transaksi Rp 2 M

  7. Bank Harda Internasional (BBHI), +2,30%, ke Rp 1.335, transaksi Rp 1 M

  8. Bank Net Indonesia Syariah (BANK), +2,16%, ke Rp 3.310, transaksi Rp 99 M

  9. Bank Oke Indonesia (DNAR), +2,05%, ke Rp 199, transaksi Rp 77 juta

  10. Bank Artha Graha Internasional (INPC), +2,03%, ke Rp 151, transaksi Rp 525 juta

  11. Bank Victoria International (BVIC), +1,94%, ke Rp 158, transaksi Rp 786 juta

  12. Bank Amar Indonesia (AMAR), +1,61%, ke Rp 252, transaksi Rp 107 juta

  13. Bank Capital Indonesia (BACA), +1,01%, ke Rp 400, transaksi Rp 2 M

  14. Bank IBK Indonesia (AGRS), +0,90%, ke Rp 448, transaksi Rp 558 juta

  15. Bank Ina Perdana (BINA), +0,53%, ke Rp 1.885, transaksi Rp 441 juta

  16. Bank Neo Commerce (BBYB), -0,45%, ke Rp 442, transaksi Rp 1 M

  17. Bank Maspion Indonesia (BMAS), -1,57%, ke Rp 1.880, transaksi Rp 93 juta

Berdasarkan data di atas, dari 17 saham yang diamati, 15 saham menguat, sedangkan 2 sisanya ambles ke zona merah.

Saham bank besutan taipan Hary Tanoesoedibjo BABP menjadi yang paling 'perkasa' di antara yang lainnya, dengan melonjak 31,67% ke Rp 158/saham pagi ini. Tetapi, penguatan ini diiringi aksi jual bersih (net sell) asing sebesar Rp 8,87 miliar.

Dengan penguatan ini, saham BABP berhasil rebound dari penutupan Selasa (25/5) lalu, ketika anjlok 4,00% ke Rp 120/saham.

Dalam sepekan, saham BABP berhasil melejit 78,16%, sementara dalam sebulan sudah melonjak 86,75%.

Penguatan saham BABP terjadi seiring kabar terbaru terkait bank telah resmi mendapatkan lisensi digital on boarding dari OJK.

Lisensi ini memungkinkan MNC Bank untuk sepenuhnya mendigitalisasi pembukaan rekening simpanan (digital onboarding) dan mendigitalisasi layanan perbankannya dengan sebutan Motion Banking by MNC Bank. Pada April lalu, Bank MNC memang sudah mengajukan izin digital onboarding untuk aplikasi Motion kepada OJK.

Adapun Motion Banking merupakan "digital attacker" milik MNC Group untuk meramaikan euforia digitalisasi di Indonesia.

"Keberhasilan konversi dari ekosistem MNC Group yang masif akan memberi Motion Banking peluang untuk menumbuhkan basis pelanggannya menjadi 30 juta pelanggan dalam 4-5 tahun ke depan dan menjadi ekosistem keuangan digital terdepan," kata Yudi Hamka, Chief Technology Officer MNC Group, dalam keterbukaan informasi, Kamis (27/5/2021).

Sentimen ini ikut mendorong kenaikan saham-saham bank lain, terutama yang sedang bertransformasi menuju bank digital.

Di posisi kedua ada saham ARTO yang melejit 6,21% ke Rp 12.400/saham. Penguatan ini membuat saham ARTO terus mencatatkan reli penguatan 3 hari beruntun, atau sejak Senin (24/5) lalu.

Selanjutnya ada saham bank yang baru saja dibeli oleh PT FinAccel Teknologi Indonesia atau pengelola Kredivo, salah satu peer to peer lending (P2P) lending di Tanah Air, BBSI. Kredivo menggenggam kepemilikan saham BBSI sebesar 24%.

Adapun saham BBSI mencuat 5,13% ke Rp 3.280/saham. Dengan ini dalam sepekan saham BBSI naik 12,76%, sementara dalam sepekan melesat 26,25%.

Dengan masuknya MNC Bank, maka bertambah lagi deretan bank-bank RI yang bertranformasi menjadi bank digital. Sebelumnya PT Bank BRI Agroniaga Tbk (AGRO) juga mengajukan izin bank digital kepada OJK.

Saat ini, setidaknya bank digital yang sudah beroperasi di Indonesia yakni PT Bank BTPN Tbk (BTPN), PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank Jago Tbk (ARTO). Kemudian, pada semester kedua ini akan beroperasi Bank BCA Digital, hasil dari akuisisi PT Bank Royal Indonesia oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sebelumnya ada PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) milik Akulaku, lalu PT Bank Capital Tbk (BACA) juga siap menjadi bank digital. Setelah itu, ada PT Bank Harda Internasional (BBHI) yang baru saja diakuisisi Mega Corpora milik pengusaha Chairul Tanjung.

Setelah itu ada juga PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) dan PT Bank Bumi Artha Tbk (BNBA) yang memproklamirkan siap menjadi bank digital.

Kenaikan saham bank mini hari ini masih terkait dengan euforia kenaikan saham bank mini beberapa bulan lalu.

Melonjaknya saham bank mini beberapa waktu lalu didorong oleh sentimen narasi bank digital dan aturan pemenuhan modal inti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No 12/2020.

Peraturan tersebut mengharuskan bank untuk memiliki modal inti minimum bank umum sebesar Rp 1 triliun tahun 2020, Rp 2 triliun pada 2021 dan minimal Rp 3 triliun tahun 2022. Dengan aturan tersebut, bank-bank dengan modal mini harus mencari investor strategis untuk menyuntikkan modal.

Kabar terbaru, OJK memastikan akan mengeluarkan aturan mengenai perbankan digital sebelum semester I berakhir. Peraturan tentang bank digital ini tidak akan membuat dikotomi dengan bank konvensional tetapi menjadi bentuk konvergensi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading