Asing Belanja, Ini Dia Big Cap yang Diborong & Dilepas

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
25 May 2021 17:35
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia -Pasar saham Indonesia berakhir cukup menggembirakan pada penutupan perdagangan Selasa (25/5/2021). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 0,91% ke level 5.815,84.

Data perdagangan mencatat sebanyak 283 saham naik, 209 saham turun dan 153 lainnya mendatar. Nilai transaksi hari ini kembali meningkat menjadi Rp 12 triliun dan investor asing masih melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp 289 miliar.

Asing tercatat mengoleksi tiga saham big cap, yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Selain itu, asing juga memborong saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), di mana asing memborong hingga Rp 271 miliar di saham ARTO.


Berikut saham-saham yang dikoleksi oleh asing pada perdagangan Selasa (25/5/2021).

Disaat IHSG kembali mampu melesat, mengekor bursa Asia dan asing memborong trio saham big cap, asing juga tercatat melepas beberapa saham, di mana saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) hingga hari ini masih dilepas oleh asing.

Adapun saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini adalah:

Seperti yang sudah diperkirakan oleh pelaku pasar sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya. Satu hal yang menjadi pertimbangan para gubernur BI di markas MH Thamrin adalah stabilitas nilai tukar rupiah.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 24-25 Mei 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah dan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai RDG, Selasa (25/5/2021).

Sejak awal tahun lalu, BI 7 Day Reverse Repo Rate sudah dipotong 200 basis poin (bps). Suku bunga acuan di 3,5% adalah yang terendah sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Sebagai stimulus untuk menopang pertumbuhan ekonomi dari dampak pandemi virus corona (CoronavirusDisease-2019/Covid-19), Gubernur Perry dan koleganya tidak hanya menurunkan suku bunga acuan. Giro Wajib Minimum (GWM) juga dipangkas agar perbankan memiliki likuiditas yang lebih untuk menyalurkan kredit.

Sementara itu dari sisi makroprudensial, BI memberikan pelonggaran uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor. Calon konsumen kini tidak perlu membayar uang muka, cukup membayar cicilan bulanan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Merah, Asing Jualan BMRI-PGAS & Borong BBRI-BBCA


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading