Bos Pertamina Buka-bukaan Alasan Pangkas 115 Anak Usaha

Market - Anisatul Umah & Monica Wareza, CNBC Indonesia
21 May 2021 09:20
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2021. (Tangkapan Layar Youtube PerekonomianRI)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) telah merampingkan 127 anak usaha menjadi 12 perusahaan saja dalam 10 bulan terakhir, atau dipangkas 115 perusahaan. Perampingan ini sejalan dengan restrukturisasi dan pembentukan Pertamina menjadi Holding BUMN energi.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan saat ini Pertamina hanya memiliki 12 anak usaha yang bisnisnya terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya anak usaha ini dibagi ke dalam subholding bertujuan untuk memfokuskan bisnisnya di lini masing-masing.

Nicke menyebut pada Juni 2020 telah terbentuk lima subholding lainnya, sehingga di bawah Pertamina ada enam subholding.


"Jadi, tadinya 127 anak perusahaan, sekarang dengan struktur baru ada 12. Jadi dari sini terjadi streamlining, sehingga kita pun lebih mudah dalam melakukan pengelolaan dan menyusun rencana strategis untuk seluruh bisnis Pertamina grup," jelas Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (20/5/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan melalui perampingan ini Pertamina sebagai holding lebih mudah melakukan kontrol atas bisnis anak usahanya, di mana bisnis sesuai dengan sektornya masing-masing akan dijalankan anak usaha.

Sementara sebagai holding Pertamina akan berfokus pada pengembangan bisnis. Menurutnya dengan memfokuskan masing-masing subholding ke satu bisnis saja akan menjadi fokus dan risiko bisnis terisolir.

"Sehingga ketika ada permasalahan ini akan terpaku di sana dan fleksibilitas karena kami kemudian memberikan kewenangan yang utuh ke masing-masing subholding ini dalam menjalankan kegiatan bisnisnya," jelasnya.

"Jadi, peran holding ini lebih ke bagaimana kita melakukan strategic planning and monitoring dan masuk ke bisnis baru," lanjutnya.

Menurutnya 12 anak usaha yang kini dimiliki Pertamina, enam di antaranya merupakan di luar bisnis inti perusahaan, seperti PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika), PT Patra Jasa, PT Pelita Air Service, dan lainnya.

Keenam perusahaan tersebut dipertimbangkan akan dilepas, dengan nantinya kepemilikan Pertamina menjadi minimal, namun perusahaan tersebut tetap menjadi portofolio bisnis Pertamina.

"Jadi semuanya yang non core kita tentu akan membuka dan juga support program pemerintah. Ini akan kita lepas Pak, tidak harus kita sebagai majority, jadi walaupun kita tetap (jadi pemegang saham) keep as a minority, ini as a portfolio business saja, tapi tidak menutup kemungkinan akan ikut rencana yang sudah dijalankan oleh pemerintah," papar Nicke.

Dia mencontohkan, anak usahanya yang bergerak di bidang rumah sakit, PT Pertamedika. Perusahaan ini saat ini telah menjadi Holding BUMN Rumah Sakit. Bahkan, perusahaan ini rencananya juga akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar modal.

"Demikian juga Patra Jasa, sebagian sudah dikonsolidasi ke Holding Perhotelan dan Properti. Nanti juga Pelita Air sudah ada rencana," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading