Gainers-Losers

Saham Emiten Prajogo & FILM Jadi Jawara, ZINC-IPTV Ambles

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
20 May 2021 12:23
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berhasil menjadi top gainers pada perdagangan paruh pertama hari ini, Kamis (20/5/2021). Melesatnya saham BRPT terjadi seiring aksi beli bersih oleh investor asing siang ini.

Sama dengan saham BRPT, saham Emiten rumah produksi film, PT MD Pictures Tbk (FILM) juga mencuat setelah ambles selama 3 hari berturut-turut, atau sejak Senin (17/5) lalu.

Adapun saham emiten pertambangan PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) dan saham Grup MNC PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) menjadi 'pecundang di sesi I ini.


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound hari ini. IHSG naik 0,77%, kembali menembus level psikologis 5.800 ke posisi 5.805,223 pada penutupan sesi I perdagangan, Kamis (20/5).

Menurut data BEI, ada 232 saham naik, 218 saham merosot dan 168 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,49 triliun dan volume perdagangan mencapai 232 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 135,81 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 130,79 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (20/5).

Top Gainers

  1. Yelooo Integra Datanet (YELO), saham +12,38%, ke Rp 118, transaksi Rp 7,8 M

  2. XL Axiata (EXCL), +7,77%, ke Rp 2.220, transaksi Rp 185,8 M

  3. Sentral Mitra Informatika (LUCK), +6,82%, ke Rp 282, transaksi Rp 44,2 M

  4. Barito Pacific (BRPT), +5,71%, ke Rp 925, transaksi Rp 55,7 M

  5. MD Pictures (FILM), +5,66%, ke Rp 448, transaksi Rp 33,1 M

Top Losers

  1. Era Mandiri Cemerlang (IKAN), saham -6,72%, ke Rp 125, transaksi Rp 12,0 M

  2. Kapuas Prima Coal (ZINC), -6,54%, ke Rp 143, transaksi Rp 34,3 M

  3. Budi Starch & Sweetener (BUDI), -6,19%, ke Rp 212, transaksi Rp 10,1 M

  4. MNC Vision Networks (IPTV), -6,06%, ke Rp 248, transaksi Rp 16,3 M

  5. Digital Mediatama Maxima (DMMX), -4,26%, ke Rp 900, transaksi Rp 69,3 M

Menurut data di atas, saham BRPT berhasil melaju kencang 5,71% ke Rp 925/saham dengan nilai transaksi Rp 44,2 miliar.

Saham induk dari emiten petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) ini berhasil rebound dari koreksi 0,57% ke Rp 875/saham kemarin.

Saham BRPT berhasil naik seiring aksi beli bersih asing yang mencapai Rp 13,62 miliar pada sesi I ini.

Dalam sepekan saham ini masih stagnan 0,00%, sementara dalam sebulan terkoreksi 2,63%.

Barito Pasific akan membagikan dividen senilai US$ 18 juta atau setara Rp 259,20 miliar (asumsi kurs Rp 14.400/US$) sebagai dividen tunai kepada pemegang sahamnya.

Jumlah in merupakan 50% dari laba bersih perusahaan sepanjang periode 2020 lalu.

Direktur Barito Pacific David Kosasih mengatakan hal ini telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2020 yang diselenggarakan pada Rabu (5/5/2021).

Jumlah dividen yang dibagikan sebesar US$ 18 juta setara 50% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 36,27 juta di 2020," kata David dalam siaran persnya, dikutip Kamis (6/5/2021).

Kemudian, sebesar 49% dari laba bersih atau US$ 17,91 juta akan digunakan sebagai laba yang ditahan untuk membiayai kegiatan perusahaan. Sedangkan sisanya 1% atau US$ 362.745 akan disisihkan sebagai cadangan, sesuai dengan Pasal 70 ayat 1 UUPT.

Tidak hanya saham BRPT, saham FILM juga berhasil melesat 5,66% ke Rp 448/saham. Saham FILM berhasil bangkit dari pelemahan sejak 3 hari lalu.

Kendati menguat, selama seminggu saham FILM masih ambles 7,05% dalam sepekan dan anjlok sedalam 21,40%.

Adapun soal kinerja keuangan terbaru, emiten yang dipimpin oleh Manoj Punjabi meraih laba bersih Rp 18,14 miliar pada kuartal I-2021. Kondisi ini membalikkan keadaan dari posisi rugi Rp 8,99 miliar pada kuartal I-2020.

Berdasarkan laporan keuangan FILM, raihan laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan hampir 2 kali lipat dari Rp 29,36 miliar pada kuartal I-2020 menjadi Rp 60,96 miliar pada kuartal I-2021. Sementara itu beban pokok penjualan bisa ditekan lebih rendah sehingga turun 10,8% menjadi Rp 27,28 miliar pada periode yang sama.

Berbeda nasib, saham ZINC ambles hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB) 6,54% ke Rp 143/saham. Ini adalah kali keempat secara berturut-turut saham ini ARB, atau sejak Senin (17/5) lalu.

Dengan ini dalam sepekan saham ZINC anjlok 23,52%, kendati masih tumbuh 11,72% dalam sebulan.

Sama dengan saham ZINC, saham IPTV terpelanting 6,06% ke Rp 248/saham. Para pelaku pasar tampaknya melakukan aksi ambil untung (profit taking), setelah saham ini ditutup melonjak 10,00% pada perdagangan kemarin.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading