Rumah Laris Manis, Saham Properti Diborong Investor

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
20 May 2021 09:50
Suasana proyek pembangunan perumahan di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). Harga hunian rumah hunian masih menunjukkan kenaikan pada kuartal IV-2020 namun laju kenaikan melambat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tercatat setidaknya 7 saham emiten properti langsung menguat di zona hijau pada awal perdagangan sesi I hari ini, Kamis (20/5/2021). Penguatan terjadi setelah pada perdagangan Rabu (19/5), saham-saham properti cenderung ambles di zona merah.

Berikut gerak saham properti pagi ini, pukul 09.23 WIB.

  1. Trimitra Propertindo (LAND), saham +2,91%, ke Rp 106, transaksi Rp 1 juta


  2. Bumi Citra Permai (BCIP), +1,64%, ke Rp 62, transaksi Rp 4 juta

  3. Alam Sutera Realty (ASRI), +1,12%, ke Rp 181, transaksi Rp 728 juta

  4. Agung Podomoro Land (APLN), +0,67%, ke Rp 151, transaksi Rp 123 juta

  5. Lippo Karawaci (LPKR), +0,60%, ke Rp 167, transaksi Rp 3 M

  6. Intiland Development (DILD), +0,53%, ke Rp 190, transaksi Rp 704 juta

  7. Pakuwon Jati (PWON), +0,40%, ke Rp 500, transaksi Rp 2 M

Berdasarkan data di atas, saham pengembang rumah kelas premium di kawasan Pondok Indah dan BSD, LAND, menjadi yang paling menguat, yakni sebesar 2,91% ke Rp 106/saham.

Saham LAND berhasil rebound dari ambles sebesar 4,63% ke Rp 103/saham pada penutupan perdagangan kemarin.

Kendati menguat, kinerja saham ini masih tertekan, dengan ambles 10,34% dalam sepekan dan anjlok 20,00% dalam sebulan terakhir.

Di posisi kedua, ada pengembang real estat Millenium Industrial Estate di Tangerang, BCIP yang menguat 1,64% ke Rp 62/saham.

Saham BCIP kembali memantul ke zona hijau setelah ambles selama 3 hari beruntun, atau sejak Senin (17/5) lalu.

Dalam sepekan, saham yang melantai di bursa sejak 2009 ini melorot 3,13%, sementara dalam 30 hari terakhir anjlok 10,14%.

Selanjutnya, ada saham pengelola Alam Sutera, ASRI, yang terdongkrak 1,12% ke Rp 181/saham dengan nilai transaksi Rp 728 juta. Mirip dengan BCIP, saham ASRI kembali bangkit setelah anjlok selama 4 hari beruntun, atau sejak 11 Mei pekan lalu.

Pelemahan beruntun tersebut membuat saham ASRI ambles 6,19% dalam seminggu dan merosot 9,90% dalam sebulan.

Mengenai kinerja keuangan, perusahaan yang proyek pertamanya merupakan pengembangan kawasan terpadu di Serpong Utara itu mencatatkan kerugian bersih hingga Rp 1,03 triliun pada 2020, dari yang sebelumnya memperoleh keuntungan bersih Rp 1,01 triliun pada tahun 2019.

Dalam laporan keuangan mereka, perusahaan mencatat bahwa wabah pandemi Covid-19 yang menyebar sejak awal tahun 2020 menjadi salah satu alasan atas buruknya performa keuangan sepanjang 2020. Wabah Covid-19 ini telah membawa ketidakpastian dan dampak bagi ekonomi dan kegiatan usaha Grup.

Sepanjang 2020, pemilik dan pengelola Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park ini mengalami penyusutan pendapatan hingga 59,34% turun dari posisi awal tahun 2019 di angka Rp 3,47 triliun menjadi hanya Rp 1,41 triliun.

Tidak ketinggalan, saham emiten pengelola properti dan pengelola pusat perbelanjaan Mal Kota Kasablanka (Kokas) dan Gandaria City (Gancit), PWON, juga berhasil naik 0,40% ke Rp 500/saham.

Saham PWON berhasil rebound dari anjlok 2,35% pada penutupan Rabu (19/5) kemarin.

Kendati begitu, selama sepekan saham ini masih tersungkur di zona merah dengan ambles 3,85% dan selama sebulan turun 0,99%.

Kabar terbaru, Pakuwon baru saja menerbitkan efek bersifat utang (obligasi) sebesar US$ 100 juta atau setara Rp 1,45 triliun (kurs 14.500) pada 17 Mei 2021 lalu.

Surat utang ini memberikan tingkat bunga 4,875% per tahun dan akan jatuh tempo pada tahun 2028 sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (19/5/2021).

Surat utang tambahan ini merupakan satu kesatuan dengan seri utang US$ 300 juta (Rp 4,35 triliun) dengan tingkat bunga dan waktu jatuh tempo sama yang telah diterbitkan oleh perseroan pada 29 April 2021.

Sebelumnya dalam keterbukaan informasi (3/5) surat utang awal akan digunakan untuk melunasi surat utang senior yang diterbitkan pada 14 Februari 2017 sebesar US$ 250 juta dan akan jatuh tempo tahun 2024.

Selain itu penerbitan surat utang juga akan digunakan untuk keperluan korporasi umum perusahaan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading