Pemilik Mal Kokas-Gancit Rilis Obligasi Rp 1,5 T, Kupon 4,8%

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
19 May 2021 13:40
Kota Kasablanka Mall (CNBC Indonesia/Lynda Hasibuan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten properti dan pengelola pusat perbelanjaan Mal Kota Kasablanka (Kokas) dan Gandaria City (Gancit), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), baru saja menerbitkan efek bersifat utang (obligas) sebesar US$ 100 juta atau setara Rp 1,45 triliun (kurs 14.500) pada 17 Mei 2021 lalu.

Surat utang ini memberikan tingkat bunga 4,875% per tahun dan akan jatuh tempo pada tahun 2028 sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (19/5/2021).

Surat utang tambahan ini merupakan satu kesatuan dengan seri utang US$ 300 juta (Rp 4,35 triliun) dengan tingkat bunga dan waktu jatuh tempo sama yang telah diterbitkan oleh perseroan pada 29 April 2021.


Sama dengan surat utang awal, surat utang tambahan ini juga dijamin oleh anak perusahaan PWON yaitu PT Artisan Wahyum, PT Elite Prima Hutama, PT Grama Pramesi Siddhi, PT Pakuwon Permai, PT Pakuwon Sentosa Abadi, PT Permata Berlian Realty dan PT Dwijaya Manunggal.

Sebelumnya dalam keterbukaan informasi (3/5) surat utang awal akan digunakan untuk melunasi surat utang senior yang diterbitkan pada 14 Februari 2017 sebesar US$ 250 juta dan akan jatuh tempo tahun 2024.

Selain itu penerbitan surat utang juga akan digunakan untuk keperluan korporasi umum perusahaan.

Pada penerbitan surat utang awal, UBS AG cabang Singapura dan Goldman Sachs (Singapura) bertindak sebagai pembeli awal danThe Bank of New York Mellon, Cabang London bertindak sebagai trustee bagi para pemegang surat utang.

Sedangkan penerbitan surat utang terbaru hanya UBS AG cabang Singapura yang menjadi pembeli awal dengan The Bank of New York Mellon tetap menjadi trustee.

Pada penutupan perdagangan sesi I Rabu (19/5) saham PWON berada di zona merah, turun 2,35% ke harga Rp 498/ saham dengan nilai transaksi Rp 8,80 miliar dan dalam sebulan terakhir saham ini melemah 1,39%. Kapitalisasi pasar PWON mencapai Rp 23,98 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading