Aksi Jual Saham Teknologi Berlanjut, Dow Futures Melemah Lagi

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
19 May 2021 18:14
Traders work on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) at the end of the day's trading in Manhattan, New York, U.S., August 27, 2018. REUTERS/Andrew Kelly

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Rabu (19/5/2021), menyusul berlanjutnya aksi jual besar-besaran terhadap saham teknologi di tengah lonjakan inflasi.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 115 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq juga kompak tertekan, sebesar 0,3%.

Sentimen di sektor teknologi tertekan mengikuti koreksi mata uang kripto termasuk Bitcoin. Bitcoin anjlok melewati level harga US$ 40.000 untuk pertama kali dalam 14 pekan, atau anjlok 11% dalam 24 jam dan nyaris 30% dalam sepekan terakhir, menurut data Coinbase.


Pada Selasa, China mengingatkan institusi finansial untuk tidak melayani bisnis yang terkait dengan mata uang kripto, yang memicu aksi jual. Saham Tesla, pemegang Bitcoin, melemah 2% di sesi pra-pembukaan.

Saham Microstrategy, perusahaan lain yang juga membeli Bitcoin untuk menyimpan dana tunai perusahaan, ambles hingga 5%. Saham Coinbase, perusahaan bursa mata uang kripto, tertekan hingga 3%. Saham Facebook, Amazon, Apple dan Nvidia kompak melemah 1%.

Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) merilis nota rapat April pada Rabu, yang memicu kecemasan terkait inflasi. Meski pejabat The Fed mempertahankan kebijakan uang longgar dalam rapat tersebut, mereka mengakui bahwa inflasi bisa naik dalam beberapa bulan ke depan.

Pada Selasa kemarin, indeks Dow Jones Industrial Average drop 267 poin, S&P 500 melemah 0,9% dan Nasdaq tertekan 0,6% karena koreksi Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Alphabet (induk usaha Google). Saham teknologi yang sering disebut sebagai saham berbasis pertumbuhan tertekan dipicu kekhawatiran bahwa inflasi dapat memaksa perubahan kebijakan moneter.

"Koreksi beberapa hari terakhir di sektor ini jadi terlihat biasa, menambah kecemasan bahwa ini bisa berlanjut dan menandai periode konsolidasi," tutur Kepala Perencana Investasi Leuthold Group Jim Paulsen, kepada CNBC International.

Data Departemen Perdagangan AS kian memperburuk keadaan, di mana penjualan rumah dilaporkan anjlok 9,5% (secara tahunan) menjadi 1,569 juta unit pada April. Angka itu jauh di bawah ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones yang mengestimasikan angka 1,7 juta unit.

Investor bakal memantau perusahaan yang bakal merilis kinerja keuangan per kuartal I-2021, di antaranya Target, Lowe's, JD.com, dan Cisco Systems.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Revolusi Redditt' Kian Berlalu, Dow Futures Lanjut Menguat


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading