Yusuf Mansur 'Bersabda' Lagi soal Syariah, Sinyal Saham BRIS?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
19 May 2021 13:25
Foto: detik.com/ Tripa Ramadhan

Jakarta, CNBC Indonesia - Ustaz kondang yang juga pendiri manajer investasi syariah Paytren Aset Manajement (PAM) Yusuf Mansur baru saja menyuarakan pendapat pribadinya mengenai kondisi dunia syariah Tanah Air lewat akun Instagram @yusufmansurnew, Rabu (19/5/2021).

Dalam unggahan Instagram yang berlatar logo PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) tersebut, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an menulis caption yang mempertanyakan kepedulian terhadap dunia syariah Tanah Air.

"Apa ada kepedulian dunia syariah terhadap syariah itu sendiri? atau hanya tugas dan kepentingan perusahaan? perusahaan syariah?" tanya Yusuf Mansur, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (19/5).


 

[Gambas:Instagram]



Kemudian, ustaz YM, panggilan akrabnya, kembali bertanya apakah hal tersebut merupakan pekerjaan rumah (PR) komunikasi terhadap tokoh-tokoh yang ada atau pemimpin-pemimpin di akar rumput (grassroot).

"PR-PR seperti komunikasi terhadap tokoh2? pemimpin2 di gresrut [grassroot]? lapangan bawah? PR-PR mahalnya juga produk pembiayaan? dan ke mana naro dana di aset manajemen mana?" tanya ustaz YM.

Yusuf Mansur kemudian mengeluhkan, perusahaan manajemen aset besutannya, PAM, yang ia anggap sebagai satu-satunya aset manajemen syariah sejak awal berdiri, tidak pernah diajak bicara sedikit pun.

Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut oleh YM, kepada siapa keluhan ini ditujukan.

Ustaz YM jua mempertanyakan soal keberpihakan terhadap dunia pesantren. Ia melanjutkan, kalaupun ada suara keberpihakan dari dunia syariah, kepada siapa suara tersebut diberikan.

YM kemudian menjawab pertanyaannya sendiri, dengan mengatakan suara-suara tersebut untuk kepentingan perusahaan-perusahaan tertentu.

"Keberpihakan terhadap dunia pesantren? dari dunia syariah? ada suaranya? kalo pun ada? suara buat siapa? tadi. kepentingan perusahaan balik2nya. kepentingan bertahan dan untung. bukan murni?" ujar ustaz YM.

Selain itu, Yusuf Mansur juga menyoroti Kementerian BUMN yang dianggap memiliki pekerjaan rumah untuk membuat dunia syariah berpihak benar-benar ke dunia syariah.

Ia pun menjelaskan usaha pribadinya, dengan mengatakan berani mengalami rugi untuk memperjuangkan dunia syariah.

Sebagai tambahan, ustaz YM juga berencana bakal membahas hal ini lebih lanjut di kesempatan mendatang, termasuk mengenai utang-utang BUMN.

Lebih lanjut, Yusuf Mansur menceritakan, perjuangannya 'di garda depan' di dunia syariah, salah satunya ketika ia ikut mengantre membeli saham BRIS (sewaktu masih bernama Bank BRISyariah) pada penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) 9 Mei 2018.

"Saya udah coba ngaitin sedikit dengan dunia syariah. bersentuhan dengan dunia syariah. ya ke saya aja mahal, dan berlaku itung-itungan normal. apalagi ke yang lain. saya. ini saya, yang bener-bener ada di garda depan waktu BRIS IPO. Pasang badan, ikut larut dan menceburkan diri. Perhatian ga ada. Sifatnya basa basi. Ga top manajemen, dan TETEP MAHAL," keluh ustaz YM.

Dia menjelaskan, hal tersebut merupakan pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, supaya ketidakberpihakan kepada masyarakat di dunia syariah tidak berulang.

YM pun menutup unggahannya dengan berharap, rakyat diberi kesempatan untuk memiliki seutuhnya apa yang ia sebut dengan dunia syariah, seiring masuknya sejumlah investor asing, yang ia klaim mencapai puluhan triliun.

Dengan menyimak tulisan ustaz YM di akun Instagram pribadinya di atas, apakah ini merupakan sinyal negatif untuk saham BRIS?

Sebagai informasi, Ustaz YM membeli saham BRIS saat IPO pada 9 Mei 2018.

Namun, pada November tahun lalu, Yusuf Mansur mengumumkan telah melepas sebagian kepemilikan saham di BRIS, setelah saham ini mencatatkan penguatan signifikan dalam beberapa bulan sebelumnya.

"Sudah saya cashout [lepas] kemarenan," kata ustaz YM, panggilan akrabnya, kepada CNBC Indonesia, Sabtu sore (7/11/2020),

Tetapi, dia menegaskan tak menjual seluruh kepemilikan di saham BRIS, masih ada sebagian yang masih disimpan untuk jangka panjang.

"Ga dong [tak dijual semua], masa diabisin. Pokoknya 3 kali lipet [keuntungan]," selorohnya dengan nada bercanda.

Yusuf Mansur memang menegaskan bahwa horizon investasinya adalah investasi jangka panjang demi pengembangan perbankan syariah. Selain itu investasi di saham syariah pun (apa pun emiten syariahnya), diharapkan bisa diikuti oleh masyarakat agar bisa melek investasi.

Waktu itu, saham BRIS merupakan representasi Bank BRISyariah, sebelum akhirnya berganti menjadi Bank Syariah Indonesia, lewat merger dengan BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri pada 1 Februari 2021.

Data terbaru, pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (19/5), saham BRIS kembali ambles 3,98% ke Rp 1.930/saham. Dengan ini, saham BRIS sudah anjlok selama 6 hari perdagangan beruntun, atau sejak 7 Mei lalu.

Dalam sepekan BRIS melorot 16,45%, kemudian dalam sebulan anjlok 17,17%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading