Produk Diboikot Buruh Pekan Depan, Siapa Pemilik Indomaret?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
19 May 2021 10:45
Dok Situs Indomaret

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indomarco Prismatama (Indomaret), perusahaan asosiasi dari PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) milik Grup Salim saat ini mendapat tekanan berupa ancaman pemboikotan produk dari sejumlah serikat buruh.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz mengatakan buruh akan melakukan boikot produk Indomaret mulai pekan depan. Boikot merupakan buntut dari dugaan kriminalisasi buruh dari manajemen Indomaret karena menagih pembayaran tunjangan hari raya (THR) 2020.

Riden mengklaim sosialisasi kampanye boikot tengah dilakukan kepada seluruh buruh yang tergabung di FSPMI. Begitu juga dengan asosiasi buruh lain, seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).


"Minggu ini saya sudah konsolidasi dengan seluruh anggota di Indonesia, nanti langkah selanjutnya untuk aksi [boikot] di pusat dan cabang, mungkin minggu depan (mulai boikot)," ujar Riden dilansir CNN Indonesia, Rabu (19/5/2021).

Riden mengatakan asosiasi menyarankan seluruh anggota buruh untuk tidak berbelanja di Indomaret, melainkan di toko ritel lainnya, seperti di Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk/AMRT).

"Kami akan buat secara resmi dengan kampanye untuk tidak belanja di Indomaret, kan ada pilihan lain, misalnya di Alfamart atau toko tradisional. Saya pastikan dari semua buruh, KSPI juga akan lakukan hal yang sama, kami instruksikan untuk tidak berbelanja (di Indomaret)," tuturnya.

Lantas siapa saja sebetulnya pemilik Indomaret?

Indomaret sebetulnya bukan perusahaan terbuka dan tidak tercatat laporan keuangan publikasi sehingga tidak bisa terlihat laba rugi secara detail.

Namun Indomaret adalah perusahaan asosiasi dari Indoritel Makmur Internasional yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham DNET.

Perusahaan asosiasi adalah suatu perusahaan yang investornya mempunyai pengaruh yang signifikan dan bukan merupakan anak perusahaan maupun joint venture dari investornya.

Statusnya sama dengan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), sama-sama menjadi perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Indoritel.

Emiten DNET awalnya bernama PT Dyviacom Intrabumi Tbk yang kemudian mengubah namanya menjadi Indoritel Makmur Internasional pada 2013 silam. Pengubahan nama dilakukan setelah DNET mengakuisisi sebagian saham tiga perusahaan, yakni ROTI, FAST, dan PT Indomarco Prismatama alias Indomaret.

Menurut laporan keuangan terbaru DNET per September 2020 itu, pemegang saham terbesar yakni Hannawell Group Limited 39,35%, kemudian PT Megah Eraraharja 27,10%, sang generasi kedua Grup salim yakni Anthoni Salim 25,30%, dan investor publik 8,25%.

Adapun pemegang saham DNET per April 2021 yakni:

Indomaret/BEIFoto: Indomaret/BEI
Indomaret/BEI

Anthoni Salim adalah generasi kedua Grup Salim, bos besar dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP),.

Sementara itu, untuk Hannawell tidak diketahui secara pasti siapa di balik perusahaan cangkang ini. Data BEI mencatat, perusahaan ini hanya beralamat di Offshore Incorporation Centre, Road Town, Tortola, British Virgin Islands.

Adapun Megah Eraraharja belum disebutkan masuk Grup Salim atau tidak kendati kantornya berada di Wisma Indocement Lantai 9 Jalan Jenderal Sudirman Kav 70-71 Jakarta Selatan, yang merupakan markas dari Indolife, lini bisnis jasa keuangan dari Grup Salim.

NEXT: Bagaimana Kinerjanya?

Kinerja dan Kronologi Boikot
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading