Pendapatan Ambles, Laba Bersih HRUM Kok Bisa Terbang 2.000%?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
11 May 2021 19:05
Pekerja melakukan bongkar muat batu bara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemerintah telah mengeluarkan peraturan turunan dari Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Adapun salah satunya Peraturan Pemerintah yang diterbitkan yaitu Peraturan Pemerintah No.25 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang batu bara dan nikel milik pengusaha Kiki Barki, PT Harum Energy membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang kuartal pertama 2021.

Menurut laporan keuangan di website Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/5/2021, laba bersih HRUM tercatat melonjak secara signifikan sebesar 2.044,38%.

Angka tersebut tumbuh dari US$ 821,38 ribu atau setara dengan Rp 11,50 miliar (asumsi kurs US$ 1 = Rp 14.000) pada triwulan I 2019, menjadi US$ 17,61 juta atau setara dengan Rp 246,58 miliar pada periode yang sama 2021.


Namun, melesatnya laba bersih perusahaan diiringi dengan penurunan penjualan dan pendapatan usaha sebesar 6,72% menjadi US$ 57,08 juta (Rp 799,12 miliar) pada 3 bulan pertama 2021.

Lebih rinci, pendapatan perusahaan disumbang dari, pertama, pos pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, yakni berupa penjualan ekspor batu bara sebesar US$ 53,60 juta.

Kedua, dari pos pendapatan sewa, yang terdiri dari alat besar sebesar US$ 1,67 juta, jalan pengangkutan senilai US$ 1,06 juta dan time, freight dan voyage charter sebesar US$ 475,27 ribu.

Adapun pelanggan yang memiliki transaksi melebihi 10% dari pendapatan neto ialah China Huaneng Group Fuel Co., Ltd, yang menyumbang US$ 26,24 juta dan Huaneng Guangdong Fuel Co., Ltd sebesar US$ 6,45 juta.

Seturut dengan menurunnya pendapatan, beban pokok perusahaan juga turun 30,31% menjadi US$ 30,62 juta (Rp 428,73 miliar) pada kuartal I tahun ini.

Nilai total aset HRUM per akhir Maret 2021 naik sebesar 19,36% menjadi US$ 595,26 juta. Liabilitas perusahaan juga melonjak 170,54% menjadi US$ 118,78 juta. Selain itu, ekuitas emiten yang melantai di bursa sejak 2010 silam ini naik 4,68% menjadi US$ 387,21 juta.

Adapun saham HRUM berhasil ditutup melonjak dan menjadi top gainers dengan naik 12,39% ke posisi Rp 6.125/saham hari ini. Seiring dengan penguatan saham HRUM, asing tercatat melakukan beli bersih sebesar Rp 4,24 miliar.

Dengan ini, saham HRUM berhasil melanjutkan penguatan sejak Senin (10/5), ketika ditutup melesat 5,83% ke harga Rp 5.450/saham.


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading