Batu Bara Masih Cuan, Laba HRUM Terbang 255% di Kuartal I

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
10 May 2022 19:01
Infografis, Para penguasa Batubara Terbesar RI

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten batu bara PT Harum Energy Tbk (HRUM) meraih laba bersih sebesar US$ 62,8 juta sepanjang kuartal I/2022. Perolehan ini tumbuh 255% secara tahunan (YoY) dari posisi akhir Maret 2021 yakni US$ 17,69 juta.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, tercatat kenaikan signifikan laba bersih HRUM terjadi akibat melejitnya pendapatan perseroan. Hingga akhir Maret 2022, pendapatan HRUM mencapai US$ 152,18 juta atau naik 166,6% YoY dari US$ 57,08 juta.

Sumber pendapatan itu adalah pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$ 149,39 juta dan pendapatan sewa US$ 2,79 juta. Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan dan beban langsung perseroan mencapai US$ 55,26 juta.


Pendapatan utama HRUM berasal dari ekspor batu bara yang dilakukan perusahaan. Kemudian, pendapatan sewa bersumber dari penyewaan alat berat sebesar US$ 966.491, jalan pengangkutan US$ 933.568, serta time, freight, dan voyage charter sebesar US$ 891.248.

Pelanggan perusahaan yang bertransaksi senilai 10% lebih dari jumlah pendapatan neto Harum Energy adalah China Huaneng Group Fuel Co., Ltd dan Equentia Natural Resources Pte., Ltd. Kedua perusahaan itu masing-masing bertransaksi senilai US$ 96,21 juta dan US$ 17,06 juta dengan HRUM sepanjang kuartal I/2022.

Pada saat yang sama, aset Harum Energy tercatat senilai US$ 989,9 juta. Nilainya naik 13,18% YoY dari posisi per Desember 2021 sebesar US$ 874,62 juta.

Apabila dirinci, aset HRUM tersebut terdiri dari liabilitas sebesar US$ 245,36 juta dan ekuitas US$ 744,54 juta.

Kenaikan laba HRUM yang signifikan membuat nilai laba per saham dasar perseroan menjadi US$ 0,02391 per unit. Setahun lalu, laba per saham dasar HRUM senilai US$ 0,00697 per unit.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Melesat 3 Hari Beruntun, dalam Seminggu Batu Bara Masih Loyo


(vap/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading