Jelang Idul Fitri, Saham-saham Konstruksi Ambruk Berjamaah

Market - Putra, CNBC Indonesia
11 May 2021 12:57
Foto aerial proyek pembangunan Jalan Tol Cengkareng -  Kunciran di kawasan Pinang, Tangerang, Banten, Jumat (5/3/2021). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan Jalan Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran sepanjang 14,19 Km. Saat selesai nanti, maka akan menghubungkan kawasan Serpong dan sekitar ke Bandara Soekarno-Hatta. Ruas tol ini merupakan salah satu dari 6 ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR II) yang dibangun untuk melengkapi struktur jaringan jalan di kawasan Metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Progres konstruksi Jalan Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran saat ini telah mencapai 93,06 % dan ditargetkan selesai Maret 2021. Ruas tol ini dikelola oleh PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) dengan nilai investasi sebesar Rp 1,96 triliun. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jelang liburan panjang menyambut Hari Raya Idul Fitri 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa ambruk 0,92% akibat investor asing yang melarikan dananya jelang libur panjang merayakan Hari Raya Idul Fitri 2021.

Seiring dengan koreksi IHSG, saham-saham konstruksi juga terpantau ambruk pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya mulai beranjak naik pasca longsor akibat laporan keuangan tahunan 2020 saham konstruksi yang kurang oke.

Simak pergerakan harga saham-saham konstruksi pada perdagangan hari ini, mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI).


Terpantau saham konstruksi dengan koreksi paling parah pada perdagangan hari ini adalah PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang ambruk 3,38% ke level harga Rp 1.145/unit.

Selanjutnya di posisi kedua PT PP Tbk (PTPP) juga terkoreksi parah 2,33% ke level Rp 1.260/unit. BUMN Karya lain yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT) juga ambruk 2,26% ke level harga Rp 1.080/unit.

Terakhir, BUMN karya dengan depresiasi paling moderat adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang terkoreksi 1,71% ke level harga Rp 1.440/unit.

Sebelumnya emiten konstruksi sempat longsor setelah merilis laporan keuangan tahun 2020 nya dicmana emiten-emiten pelat merah ini laba bersihnya terpaksa anjlok parah, bahkan WSKT tercatat merugi hingga Rp 7 triliun di tahun 2020.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading