Deal! Karyawan Melunak, Pan Brothers Cicil THR 5 Kali

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
06 May 2021 10:38
Buruh Pan Brothers di Boyolali, 5 Mei 2021/Detikcom

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen emiten tekstil, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menyepakati pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) pekerja di pabrik Boyolali akan dibayarkan secara bertahap 5 kali, dipercepat dari perkiraan sebelumnya 8 kali pembayaran.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Direksi PBRX, pada Rabu kemarin (5/5/2021), manajemen secara lisan mengumumkan kepada seluruh karyawan mengenai kondisi arus kas perseroan yang ketat sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas.

"Demi menjaga kelangsungan pabrik supaya tetap bekerja penuh tanpa terjadi pengurangan pekerja, perusahaan perlu membagi berbagai arus dana pembayaran ke supplier dan pihak terkait lainnya termasuk salah satunya dengan melakukan pembayaran secara bertahap Tunjangan Hari Raya (THR)," kata Direksi Pan Brothers, dalam keterangan resmi, Kamis (6/5/2021).


Hal inilah yang memantik reaksi pekerja untuk melakukan aksi unjuk rasa di pabrik Boyolali. Namun, menurut Vice Chief Executive Officer Pan Brothers, Anne Patricia Sutanto, manajemen dan karyawan sudah mencapai kesepakatan terkait pembayaran THR yang akan dibayarkan secara bertahap 5 (lima) kali.

Anne mengakui, saat ini perseroan menghadapi tantangan likuiditas yang ketat, perseroan, kata Anne harus membagi arus kas dengan membayar kewajiban ke bank dan supplier, berikut dengan gaji dan THR yang harus dibayarkan kepada para pekerja.

"Pan Brothers sanggup membayar THR, asal dicicil, nggak bisa full. THR nantinya semua akan dibayarkan," kata Anne, saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (5/5/2021).

Pembayaran ini juga akan dipercepat jika likuiditas tersedia di mana pihak perbankan mengaktifkan sebagian fasilitas PBRX dan pembayaran THR akan dipercepat dan terselesaikan selambatnya pada September 2021.

Sementara itu, kondisi perseroan pada hari ini di pabrik Boyolali sudah berproduksi normal. Dari sisi order yang masuk dari buyer tetap besar, hanya PBRX terkendala modal kerja.

Fasilitas bilateral yang diterima PBRX dari perbankan saat ini tersisa 10 % dibanding awal tahun 2020, sehingga menjadikan kami memiliki keterbatasan.

"Kami harus mengatur arus kas sebaik-baiknya agar semua berjalan dengan baik dan penjualan tidak berkurang, dan oleh karena itu tidak ada pengurangan tenaga kerja," ungkap Direksi.

Dalam tahun 2020 yang sulit, manajemen Pan Brothers menyebut tetap positif dari sisi penjualan laba bersih yang tetap bertumbuh dari tahun 2019. Jika modal kerja tersedia seperti sebelumnya, perseroan meyakini, tahun 2021 akan bertumbuh sekitar 10% sampai dengan 15 % dengan adanya pengalihan order dari negara negara produsen lain, namun ini tidak mungkin terealisasi jika modal kerja tidak tersedia.

"Kami memohon dukungan semua pihak agar support kebutuhan modal kerja yang kami butuhkan dapat kami peroleh dengan segera," imbuh Direksi.

Dari sisi siklus produksi, mulai dari order masuk sampai dengan ekspor untuk order yang terkonfirmasi sekitar 120 hari. Oleh karena itu PBRX berharap pemulihan fasilitas bilateral modal kerja PBRX bisa kembali didukung perbankan nasional.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading