Pan Brothers Cetak Laba Rp 270 M Pasca Lolos dari Pailit

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 November 2021 17:30
Vice Chief Executive Officer PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Vice Chief Executive Officer PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mencatatkan laba bersih senilai US$ 19,03 juta atau setara dengan Rp 270,13 miliar (asumsi kurs Rp 14.200/US$) pada akhir kuartal III-2021 lalu.

Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 1,19% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 19,25 juta.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perusahaan, nilai laba bersih per saham juga ikut turun tipis menjadi US$ 0,0029 dari sebelumnya sebesar US$ 0,0030.


Penurunan laba bersih ini disebabkan karena turunnya pendapatan perusahaan di akhir September lalu menjadi US$ 507,81 miliar atau Rp 7,21 triliun, atau turun 3,04% YoY dari sebelumnya sebesar US$ 523,78 juta di kuartal ketiga tahun lalu.

Kontribusi ekspor masih menjadi mayoritas pendapatan perusahaan yakni mencapai US$ 472,28 juta sepanjang tahun ini, naik dari tahun lalu yang sebesar US$ 462,07 juta. Sedangkan penjualan di dalam negeri senilai US$ 37,18 juta, turun drastis dari posisi US$ 62,91 juta di tahun lalu.

Penurunan penjualan ini juga terjadi karena penjualan perusahaan kepada merk Uniqlo turun menjadi US$ 49,35 juta dari sebelumnya mencapai US$ 75,97 juta. Sedangkan pembeli besar lainnya, Adidas naik menjadi US$ 94,008 juta dari US$ 81,69 juta.

Beban pokok penjualan pada periode ini turun menjadi US$ 447,88 juta dari US$ 452,18 juta. Namun beban penjualan malah mengalami kenaikan tipis menjadi US$ 7,19 juta dari US$ 6,97 juta.

Pendapatan lainnya mengalami penurunan hingga menjadi US$ 3,09 juta dari US$ 8,14 juta. Sedangkan beban keuangan menurun tipis menjadi US$ 14,38 juta dari sebelumnya US$ 14,49 juta.

Pada periode ini, perusahaan membukukan penambahan dari bagian atas laba bersih dari entitas asosiasi menjadi sebesar Rp 6,33 miliar dari sebelumnya Rp 2,12 miliar.

Di periode ini, tercatat nilai aset PBRX menjadi sebesar US$ 697,64 juta, naik tipis dari posisi akhir Desember 2020 yang senilai US$ 693,12 juta. Aset lancar tercatat mencapai US$ 588,73 juta dan aset tak lancar sebesar US$ 108,91 juta

Di pos liabilitas, terjadi pengurangan hingga kuartal III-2021 menjadi US$ 402,16 juta dari sebelumnya US$ 412,93 juta. Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar US$ 394,31 juta dan liabilitas jangka panjang ditutup di angka US$ 7,84 juta.

Ekuitas perusahaan di akhir September 2021 lalu mencapai US$ 295,48, naik tipis dari posisi akhir Desember 2020 yang sebesar US$ 280,18 juta.

Belum lama ini perusahaan lolos dari gugatan pailit yang diajukan oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII). Gugatan tersebut ditolak oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Ini merupakan kedua kalinya gugatan yang diajukan Maybank terhadap perusahaan tekstil tersebut ditolak. Sebelumnya gugatan PKPU kepada PBRX oleh Maybank juga ditolak pengadilan.

Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni mengatakan ditolaknya gugatan pailit ini lantaran perusahaan saat ini sedang dalam periode moratorium kewajiban di Singapura.

"Putusan oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga sidang 11 November 2021, permohonan pailit Maybank terhadap Pan Brothers, pada pokoknya amarnya berbunyi menolak permohonan pernyataan pailit yang diajukan oleh pemohon [Maybank] dan menghukum pemohon untuk membayar biaya perkara yang timbul akibat Permohonan Pernyataan Pailit," kata Iswar kepada CNBC Indonesia, Jumat (12/11/2021).

Dia mengatakan, pertimbangan hukum dari Majelis Hakim dalam memberikan amar putusan di atas adalah terbuktinya fakta/keadaan yang tidak sederhana, sehingga hal tersebut tidak memenuhi ketentuan formil Pasal 8 ayat (4) dalam Undang-Undang Kepailitan.

"Saat diajukannya Permohonan Pailit, telah ada persengketaan antara termohon (PBRX) dengan para kreditornya, termasuk pemohon [Maybank], di Pengadilan Tinggi Singapura (re: Moratorium), sehingga, terungkapnya keadaan/fakta hukum tersebut menjadikan persengketaan yang diajukan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menjadi tidak sederhana," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(mon/mon)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading