Cerita Duo Raja Ekspor Tekstil RI yang Terhimpit Utang

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
09 May 2021 03:30
Dok.Instagram Sritex

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua pemain besar industri tekstil dan garmen Tanah Air sedang ditimpa sejumlah masalah besar akhir-akhir ini.

Pertama, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex yang memiliki utang yang menumpuk dan beberapa kali digugat penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).


Bahkan, yang terbaru, akibat melewati masa tenggat pembayaran bunga utang, lembaga pemeringkat global Fitch menurunkan rating Sritex dari C menjadi RD (Restricted Default).

Rating Restricted Default ini adalah peringkat utang yang satu tingkat di atas D atau default (gagal bayar).

Kedua, Rabu (5/5), PT Pan Brothers Tbk (PBRX) juga didemo oleh para buruh pabrik perusahaan. Aksi unjuk rasa ini merupakan buntut dari ketidakpuasan para buruh tersebut atas kebijakan perusahaan yang membayar Tunjangan Hari Raya (THR) dengan cara dicicil.

Manajemen Pan Brothers mengaku, kondisi arus kas (cash flow) perusahaan yang terbatas membuat perusahaan menawarkan mekanisme pembayaran THR secara bertahap. Memang, Pan Brothers saat ini juga sedang mengalami problem likuiditas dan terimpit utang.

Fitch Ratings pun menurunkan peringkat Long-Term IDR Pan Brothers menjadi C dari sebelumnya CC.

Halaman 2>>>>

HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading