Merpati Sudah Lama Mati Suri, Tapi Belum Bisa Dibubarkan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
04 May 2021 20:06
Merpati Airlines Foto: Merpati Airlines (Istimewa gambar-transportasi.blogspot.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan PT PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) menjadi salah satu perusahaan yang dikaji untuk dibubarkan di tahun ini. Namun, untuk menutup perusahaan ini masih perlu menunggu penyelesaian kewajiban perusahaan terhadap beberapa debiturnya.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan kementerian melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)/PPA saat ini memang berencana membubarkan sejumlah BUMN. Namun rencana ini masih belum fix perusahaan mana yang akan dibubarkan.

"Merpati masih perlu ada pengkajian karena ada fasilitas-fasilitas pinjaman yang harus direstrukturisasi dan masih ada krediturnya. Jadi Merpati mungkin butuh waktu karena penyelesaian kewajiban," kata Kartika di kantor Kementerian BUMN, Selasa (4/5/2021).


"[Merpati] memang salah satu yang dikaji karena juga masih ada yang beroperasi itu di Jawa Timur dia punya MRO [Maintenance, Repair and Overhaul]," lanjutnya.

Sebelum tutup 6 tahun lalu, Merpati awalnya cukup sukses melayani penumpang pesawat di Tanah Air sebelum masuknya maskapai bertarif murah alias LCC yang diawali dengan hadirnya Lion Air pada Juni 2000.

Pada awalnya, mengacu data Kementerian BUMN, Merpati hanya menawarkan layanan penumpang, lalu kemudian berkembang di bisnis layanan darat (ground handling) dan pelatihan awak dan pilot.

Selain itu, perseroan juga mendirikan Merpati Maintenance Facility (MMF) yang menyediakan perawatan dan perbaikan pesawat yang berbasis di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur.

Para 2015, jumlah karyawan Merpati di kantor pusat sebanyak 33 orang dan 152 orang di kantor cabang. Pada 2016, jumlah karyawan kantor pusat hanya 29 orang dan kantor cabang 132 orang.

Mengacu data kinerja BUMN periode 2015 (setahun setelah tutup), Merpati masih tercatat memiliki aset mencapai Rp 1,32 triliun, berkurang dari aset 2014 sebesar Rp 2,46 triliun dan pada 2012 sebesar Rp 2,79 triliun.

Ekuitas perseroan juga negatif hingga Rp 8,59 triliun dari tahun sebelumnya Rp 6,12 triliun, dan tahun 2012 negatif sebesar Rp 3,74 triliun. Sementara kewajiban Merpati pada 2015 yakni mencapai Rp 9,92 triliun dari 2014 yakni Rp 8,59 triliun dan 2012 sebesar Rp 6,55 triliun.

Sepanjang 2015, perseroan masih membukukan pendapatan Rp 43 miliar, amblas 64% dibandingkan dengan 2014 yakni Rp 121 miliar dan anjlok hingga 98% dari 2012 yang masih sebesar Rp 1,75 triliun.

Merpati mencetak rugi bersih Rp 2,48 triliun, membengkak 209% dari tahun sebelumnya Rp 803 miliar dan rugi bersih 2012 sebesar Rp 1,54 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading