Sequoia Capital & Tencent Suntik Modal Bibit.id Rp 943 M

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
03 May 2021 11:35
BNI Asset Management (BNI-AM) mengapresiasi BIBIT sebagai salah satu agen penjual efek reksa dana (APERD) Fintech. (CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan ventura global, Sequoia Capital, Tencent baru-baru ini menyuntik modal ke perusahaan rintisan aplikasi investasi reksa dana Bibit.id dengan nilai investasi sebesar US$ 65 juta atau setara Rp 943 miliar.

Tak hanya dua perusahaan tersebut, Prosus Ventures, Harvard Management Company dan investor yang sudah lama berinvestasi seperti AC Ventures dan East Ventures juga ikut ambil bagian dari pendanaan tersebut.

Direktur Bibit.id, Sigit Kouwagam mengatakan, rencananya, pendanaan yang diraih akan digunakan untuk peluncuran produk dan fitur baru, pengembangan teknologi, perekrutan karyawan, dan meningkatkan edukasi serta kesadaran akan berinvestasi.


"Sebelumnya, pasar modal di Indonesia dianggap sebagai tempat berinvestasi yang menakutkan, dan hanya untuk sebagian kalangan tertentu. Bibit mendayagunakan teknologi untuk membuat investasi semakin mudah untuk diakses oleh semua orang, termasuk investor pemula," kata Sigit, dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2021).

Menurut Sigit, investor reksa dana di Indonesia sendiri bertumbuh hampir 10 kali lipat sejak 5 tahun terakhir. Menabung melalui reksa dana menjadi langkah pertama dalam berinvestasi.

"Sequoia Capital India bermitra kembali dengan fokus yang sama untuk memberikan pengalaman pengguna yang terbaik dalam layanan investasi saham melalui platform Stockbit," sebut Rohit Agarwal, VP dari Sequoia India.

Stockbit didirikan sebagai platform untuk investor Indonesia bertukar pikiran, berita dan informasi tentang pasar modal secara real-time, dan pada tahun 2019 meluncurkan aplikasi Bibit.id. Platform robo-advisor reksa dana di Indonesia tersebut untuk memberikan akses dan kesempatan yang sama untuk semua orang indonesia untuk berinvestasi di pasar modal.

Sementara itu, Sachin Bhanot, Head of Southeast Asia Investments di Prosus Ventures menambahkan, saat ini, segmen wealth management digital di Indonesia sedang berada di inflection point, hal ini didorong oleh ekonomi Indonesia yang dipimpin oleh milenial dan mayoritas berbasis smartphone.

Berdasarkan data IDX dan KSEI, jumlah retail investor di Indonesia tumbuh 78% secara YoY di 2020 menjadi 3,2 juta investor. Peningkatan ini disumbang oleh kalangan milenial di mana 92% investor baru pada tahun 2020. Pada kuartal pertama di tahun 2021 sendiri, ada penambahan sebanyak 1 juta investor reksa dana yang terdaftar di pasar modal. Meskipun adanya peningkatan yang signifikan, saat ini partisipasi dari masyarakat Indonesia di pasar modal masih kurang dari 2%.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading