Lucy In The Sky Wulan Guritno IPO, Begini Kinerja Keuangannya

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 April 2021 09:40
Lucy in The Sky/Dok Manual

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengelola klub Lucy In The Sky di kawasan SCBD, PT Lima Dua Lima Tiga berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Perseroan juga telah menetapkan harga penawaran umum Rp 100 per saham.

Bagaimana fundamental perusahaan ini? Berdasarkan publikasi laporan keuangan sampai dengan Oktober 2020 yang dijadikan acuan tahun buku untuk IPO, Lima Dua Lima Tiga mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,40 miliar, turun 48,90% dari periode Oktober tahun lalu Rp 16,45 miliar.

Beban pokok pendapatan tercatat turun 47,62% menjadi Rp 2,64 miliar dari sebelumnya Rp 5,05 miliar. Dengan demikian, laba bruto perseroan menjadi Rp 5,76 miliar dari sebelumnya Rp 11,39 miliar.


Sementara itu, sampai dengan 10 bulan pertama tahun 2020, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 116,48 juta dibanding tahun sebelumnya rugi Rp 178,98 juta.

Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp 15,81 miliar, naik dari posisi Oktober tahun lalu Rp 8,64 miliar. Jumlah ini terdiri dari ekuitas sebesar Rp 6,82 miliar dan liabilitas senilai Rp 8,98 miliar. Laporan keuangan ini juga telah mendapat laporan wajar dari Kantor Akuntan Publik Herlianto & Rekan.

Seperti diketahui, harga IPO Lima Dua Lima Tiga merupakan kisaran terendah dari proyeksi harga IPO yang sebelumya disampaikan pada rentang Rp 100 sampai Rp 120 per saham. Perseroan akan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 5 Mei mendatang.

Menurut Direktur Utama PT Lima Dua Lima Tiga, Andaru Tahir ada beberapa faktor penentuan harga tersebut, antara lain mempertimbangkan kondisi pasar pada saat bookbuilding, permintaan dari calon investor yang berkualitas, kinerja perusahaan, serta prospek usaha.

Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan jumlah permintaan terbanyak yang diterima oleh penjamin pelaksana emisi efek yang dilaksanakan pada 13 -19 April 2021.

"Hasil dari bookbuilding sangat mengesankan dan di luar ekspektasi awal kami. Minat investor tetap tinggi untuk menyerap saham perusahaan," kata Andaru, dalam keterangan resmi, Senin (26/4/2021).

Seperti diketahui, PT Lima Dua Lima Tiga akan melepas sebanyak-banyaknya 337,5 juta saham lewat IPO ini atau setara 32,61% dari total modal disetor dan ditempatkan setelah IPO. Dana yang akan diraih melalui IPO mencapai Rp 33,75 miliar.

Komisaris PT Lima Dua Lima Tiga Wulan Guritno menilai, investor cukup positif melihat prospek rencana bisnis perusahaan ke depannya. Pasalnya, setelah adanya pandemi Covid-19, terdapat perubahan perilaku masyarakat yang mana sekarang masyarakat lebih memilih tempat yang menyediakan ruang terbuka.

"Perusahaan melihat peluang tersebut sehingga seluruh dana yang dihimpun akan digunakan untuk membuka tujuh gerai baru dengan konsep venue yang baru dengan ruang terbuka dan semi-terbuka," ujarnya.

Perseroan juga berencana melakukan ekspansi gerai baru ke beberapa kota besar seperti Surabaya, Bandung, dan Bali yang masih dalam proses perencanaan untuk pembukaan gerai. Pembukaan gerai baru tersebut ditargetkan dapat terlaksana pada semester kedua tahun 2022.

Perusahaan sedang dalam proses negosiasi dengan pemilik tempat di Senopati, Little Tokyo Blok M, PIK 2, dan Sarinah, sedangkan di Surabaya, Bandung, dan Bali sedang melakukan, perencanaan desain dan juga studi pasar.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading