Ada Kabar Baik? Saham WSKT & WSKT Cs Melesat Pagi Ini

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
26 April 2021 10:00
Foto aerial proyek pembangunan Jalan Tol Cengkareng -  Kunciran di kawasan Pinang, Tangerang, Banten, Jumat (5/3/2021). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan Jalan Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran sepanjang 14,19 Km. Saat selesai nanti, maka akan menghubungkan kawasan Serpong dan sekitar ke Bandara Soekarno-Hatta. Ruas tol ini merupakan salah satu dari 6 ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR II) yang dibangun untuk melengkapi struktur jaringan jalan di kawasan Metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Progres konstruksi Jalan Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran saat ini telah mencapai 93,06 % dan ditargetkan selesai Maret 2021. Ruas tol ini dikelola oleh PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) dengan nilai investasi sebesar Rp 1,96 triliun. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten konstruksi kembali melaju di zona hijau pada awal perdagangan sesi I Senin (19/4/2021), setelah sempat melemah selama dua hari beruntun pada pekan lalu.

Berikut pergerakan saham konstruksi pada pukul 09:11 WIB.


Tercatat diposisi pertama ada saham emiten BUMN Karya PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang melonjak 2,8% ke level Rp 1.100/unit pada awal perdagangan sesi I hari ini.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi saham WSKT pagi ini mencapai Rp 11 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 10 juta lembar saham. Investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) sebanyak Rp 5,2 miliar di pasar reguler.

Berikutnya di posisi kedua ada saham PT PP Tbk (PTPP) yang melesat 2,06% ke posisi Rp 1.240/unit pada pukul 09:11 WIB pagi hari ini.

Tercatat nilai transaksi saham PTPP sudah mencapai Rp 4 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 3 juta lembar saham. Investor asing juga melakukan pembelian di pasar reguler sebesar Rp 4,8 miliar.

Selanjutnya di posisi ketiga terdapat saham emiten kontraktor LRT Jabodebek, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang juga melesat 1,81% ke Rp 1.125/unit pada pagi hari ini.

Nilai transaksi saham ADHI sudah mencapai Rp 3 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 3 juta lembar saham. Namun, asing melakukan aksi jual di pasar reguler sebanyak Rp 75 juta.

Sedangkan, untuk penguatan saham konstruksi yang paling minor dibukukan oleh saham emiten konstruksi anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), yakni PT Acset Indonusa Tbk (ACST) yang menguat 0,71% ke Rp 284/unit pada pagi hari ini.

Adapun nilai transaksi saham ACST sudah mencapai Rp 174 juta dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 616 ribu lembar saham. Seperti saham ADHI, asing juga tercatat melepas saham ACST sebesar Rp 102 juta di pasar reguler.

Saham konstruksi kembali bergeliat pada hari ini, setelah sempat melemah dua hari beruntun pada pekan lalu, yakni pada Kamis (22/4/2021) dan Jumat (23/4/2021).

Selain itu, sentimen positif dari saham WSKT yang melepas ruas tol Medan - Kualanamu pada Jumat (23/4/2021) pekan lalu.

Sebelumnya, Emiten BUMN konstruksi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melalui anak usahanya yaitu PT Waskita Toll Road (WTR) dan Kings Ring Ltd. telah menandatangani kesepakatan jual beli 30% saham PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) dengan nilai transaksi sebesar Rp 824 miliar.

JMKT adalah badan usaha jalan tol pemegang konsesi ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.

Adapun Kings Ring Ltd. merupakan bagian dari grup usaha Road King Expressway, yang merupakan salah satu investor jalan tol dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di kawasan Asia Timur.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan transaksi divestasi ini merupakan langkah awal dari program divestasi sembilan ruas tol yang direncanakan oleh Waskita tahun ini.

"Beberapa ruas lain masih dalam proses negosiasi dan dalam tahap studi oleh Investor," terang Destiawan, dalam keterangan resmi, Jumat (23/4/2021).

Dia mengatakan program divestasi ruas tol sejalan dengan strategi Waskita untuk meningkatkan kinerja dengan asset recycle. Sebagai pengembang jalan tol terbesar di Indonesia, Waskita menciptakan value lewat proses investasi, konstruksi dan divestasi.

Dana segar yang diperoleh Waskita dari hasil divestasi akan dialokasikan untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur, serta digunakan sebagai tambahan modal kerja dan investasi proyek infrastruktur lainnya.

Ini bukan kali pertama Waskita menjalin kerja sama dengan RKE. Pada tahun 2019, Waskita melepas 40% saham pada ruas Solo-Ngawi dan ruas Ngawi-Kertosono kepada Kings Key Ltd, salah satu anak usaha RKE.

Sebagai informasi, JMKT didirikan pada tahun 2014 dan berhasil memenangkan lelang pengusahaan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang ditetapkan pada 4 September 2014.

Ruas sepanjang 61,7 km tersebut mulai beroperasi sejak tahun 2016, sementara nilai investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan mencapai Rp 4,9 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading