Wah! 3 Mata Uang Gak Menarik buat Investor, Termasuk Rupiah?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
23 April 2021 18:20
Warga melintas di depan toko penukaran uang di Kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (20/7). di tempat penukaran uang ini dollar ditransaksikan di Rp 14.550. Rupiah melemah 0,31% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam tempo 2 pekan sentimen pelaku pasar terhadap mata uang utama berubah drastis. Dari sebelumnya yang tidak menarik dan dilepas, kini kembali dikoleksi.

Hal tersebut tercermin, dari survei 2 mingguan yang dilakukan Reuters. Survei tersebut menggunakan skala -3 sampai 3, angka negatif berarti pelaku pasar mengambil posisi beli (long) mata uang Asia dan jual (short) dolar AS. Semakin mendekati -3 artinya posisi long yang diambil semakin besar.

Sementara angka positif berarti short mata uang Asia dan long dolar AS, dan semakin mendekati angka 3, semakin besar posisi short mata uang Asia.


Pada 2 pekan lalu, investor mengambil posisi short terhadap semua 10 mata uang Asia tersebut. Survei terbaru yang dirilis Kamis (23/4/2021) kemarin investor hanya mengambil posisi short hanya di tiga mata uang saja, sayangnya salah satunya rupiah.

Hasil survei terbaru menunjukkan angka untuk rupiah di 0,56, sedikit membaik ketimbang 2 pekan lalu 0,59. Selain rupiah ada baht Thailand yang juga membaik dari 0,91 ke 0,58. Kemudian rupee India yang paling buruk, investor malah menambah posisi jual rupee hingga ke level tertinggi 1 tahun, di 0,75 dari 2 pekan lalu 0,2.

Hanya dalam tempo 2 pekan, investor mengambil posisi jual rupee yang sangat signifikan. Hal tersebut terjadi akibat meledaknya kasus penyakit virus corona (Covid-19) di India.
Sementara itu 7 mata uang utama Asia lainnya angkanya sudah negatif. Artinya pelaku pasar mengambil posisi beli terhadap mata uang tersebut.

Meredupnya ekspektasi kenaikan suku bunga di AS membuat mata uang Asia kembali menarik bagi pelaku pasar, dan melepas lagi dolar AS. Sepanjang bulan ini, indeks dolar AS terus mengalami penurunan.

Sore ini, Jumat (23/4/2021), indeks dolar AS turun 0,33% ke 91,036 berada di dekat level terendah sejak awal Maret. Sepanjang pekan ini, indeks yang mengukur kekuatan dolar AS tersebut melemah 0,57%, dan sepanjang April merosot nyaris 2,5%.

Indeks dolar AS terus merosot setelah ketua bank sentral AS (The Fed) Jerome Powell, pada Rabu lalu yang menyebutkan perekonomian AS memang sudah membaik, dan inflasi juga akan terus naik. Tetapi hal tersebut masih belum cukup bagi The Fed untuk menaikkan merubah kebijakan moneternya, yang masih akan dipertahankan hingga krisis berakhir.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Pemulihan Ekonomi Lambat, Rupiah Tertinggal

Pemulihan Ekonomi Lambat, Rupiah Tertinggal
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading