BP Jamsostek Pangkas Saham, BEI Khawatir Dampaknya ke Pasar

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 April 2021 17:13
Dok: BP Jamsostek

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara mengenai kebijakan BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek untuk mengurangi porsi investasinya di saham. Bursa menilai keputusan ini berdampak pada appetite investor institusi serupa untuk masuk lagi ke pasar saham.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan turunnya aktivitas pembelian sama BP Jamsostek ini mau tak mau akan mempengaruhi aktivitas investasi institusi lainnya. Hal ini juga berdampak pada turunnya nilai transaksi dan sepinya perdagangan saham.

"Turun nya transaksi dari BPJS TK [BP Jamsostek] cukup berpengaruh terhadap aktivitas transaksi investors khususnya institusi domestik yang memiliki kemiripan dengan BPJS TK [Taspen, dana pensiun, dan lainnya]," kata Laksono di Jakarta, Jumat (23/4/2021).


"BPJS TK dianggap sebagai leader atau mercusuar bagi institusi-institusi domestik tersebut sehingga pasang surutnya aktivitas BPJS TK akan mempengaruhi tindakan institusi-institusi tersebut," lanjutnya.

Sedangkan Bursa tidak memiliki kewenangan untuk mempengaruhi keputusan dan tindakan investasi yang dilakukan oleh investor.

Adapun sebelumnya lembaga pengelola keuangan perlindungan bagi tenaga kerja ini telah mantap untuk mengurangi porsi investasi di saham dan reksa dana. Kebijakan ini diambil dalam rangka Asset Matching Liabilities (ALMA) Jaminan Hari Tua (JHT).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan nantinya porsi investasi tersebut akan dialihkan ke investasi obligasi atau investasi langsung. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko pasar seperti yang terjadi belakangan ini.

"Kami lihat strateginya bisa melakukan perubahan dari saham dan reksa dana ke obligasi atau investasi langsung. Sehingga secara perlahan nanti kami akan rekomposisi aset yang ada untuk meminimalisir risiko pasar yang terjadi seperti saat ini," kata Anggoro dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (30/3/2021).

Hingga akhir Februari 2021, total dana kelolaan (asset under management/AUM) mencapai BP Jamsostek mencapai Rp 489,89 triliun. Dana tersebut ditempatkan oleh BP Jamsostek pada instrumen investasi yang beragam.

Penjabarannya, 65% diinvestasikan pada instrumen obligasi, 14% pada saham dan 12% di deposito.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading